UNTUK CAHAYA Juli 3, 2008
Posted by klikharry in puisi.3 comments
Mereka adalah mata
yang setiap hari bermandi tinta
yang menggores hari di serat cahaya
merekam semua pikiran dalam maha karya
Mereka juga adalah kuas
yang setiap waktu berlumur pewarna
yang memoles keindahan di atas cahaya
mewarnai segala hari dengan warna bahagia
engkau adalah cahaya
yang selalu mendampingiku
Yang menaburkan gembira di sisiku
memberi berjuta senyum di atas duka
Sejak awal tiadalah semua berbeda
aku warna dan engkau cahaya
tiadalah aku mampu terlihat tanpa dirimu
dan tiadalah menarik dunia tanpa warna
temani aku cahaya, hingga kemana
hingga redup sinarmu, hingga habis pijarmu
karena aku pun akan menghilang
seiring bersama dengan kepergianmu

GIZI BURUK DAN PENGOBATAN GRATIS Mei 19, 2008
Posted by klikharry in artikel, science.Tags: Add new tag
8 comments
Oleh: dr. Harry Wahyudhy Utama
Penulis dan Pemerhati Kesehatan
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel periode Januari hingga Mei 2007 diketahui bahwa ada sebanyak 2.061 anak balita di Sumatera Selatan yang tercatat sebagai penderita gizi buruk dan 20.278 anak balita lainnya menderita kurang gizi dari total 193.782 anak balita. Pasien anak balita gizi buruk tersebut antara lain berasal dari Kabupaten Lahat, Prabumulih, dan Musi Rawas (Kompas, 6 Juni 2007). Selain itu, keprihatinan makin bertambah saat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Sahrul Muhammad menjelaskan hanya dalam waktu 10 hari pada bulan Maret ini sudah ada dua anak balita di Sumsel meninggal di rumah sakit akibat gizi buruk (http://jurnal-ekonomi.org, 4 April 2008 )
Apa yang kita baca di atas tersebut serupa dengan fenomena gunung es, dimana hanya sebagian kecil dari puncaknya yang terlihat di atas permukaan air, sementara sebagian besar, termasuk dasar gunungnya berada jauh di dalam permukaan air. Kasus gizi buruk yang kita baca di surat kabar tersebut hanyalah salah satu kasus yang terlihat di puncak gunung es diantara banyak kasus yang masih berada di bagian bawah permukaan. Hal ini disebabkan karena kasus gizi buruk tidak dapat terjadi dalam waktu singkat, tetapi baru bisa terjadi setelah sang anak mengalami kekurangan asupan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Di telinga masyarakat kita sekarang ini sekarangpun sudah mulai akrab dengan segala sesuatu yang disebut gratis walaupun pada kenyataannya semua itu tidaklah gratis. Pasti ada nilai yang harus dibayar dan dikorbankan demi sesuatu yang gratis tersebut, seperti halnya pengobatan gratis yang selalu dielu-elukan kepada masyarakat. Janji pengobatan gratis yang dibawa oleh para calon pemimpin daerah, baik itu walikota, bupati hingga gubernur dianggap sebagai jawaban untuk mengatasi kasus gizi buruk dan sebagai solusi pemecahan masalah kesehatan masyarakat kita.
Tulisan ini dibuat adalah untuk mengingatkan sekaligus menggaris bawahi serta memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pelayanan kesehatan yang seharusnya mereka dapatkan karena pada dasarnya ada tiga jenis pelayanan kesehatan yang harus ada pada masyarakat, yang pertama adalah tingkat promotif, yang kedua pada tingkat preventif, dan yang ketiga atau terakhir pada tingkat kuratif.
Satu, promotif. Promotif adalah suatu usaha pelayanan kesehatan lini pertama. Di sini para pelayan kesehatan bukan bertugas untuk mengobati. Mereka bertugas untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai cara-cara hidup yang sehat, misalnya bagaimana cara membuang sampah yang benar, memberi tahu arti pentingnya membuat jamban di tiap-tiap rumah, memberi tahu arti penting pemberian ASI pada bayi, anjuran memakan makanan bergizi dan seimbang serta kegiatan-kegiatan lain yang inti bertujuan agar kesehatan fisik para masyarakat menjadi lebih sehat dan kuat dengan cara merubah gaya hidup masyarakat dengan gaya hidup yang lebih sehat.
Dua, preventif. Preventif adalah pelayanan kesehatan lini kedua dengan tujuan untuk mencegah masyarakat menjadi sakit. Di sini para pelayan kesehatan juga tidak bertugas untuk mengobati. Inti tugas mereka adalah agar masyarakat terhindar dari sakit atau tidak jadi sakit dengan cara pengenalan dini tentang suatu penyakit yang mungkin akan dialami oleh individu dalam suatu masyarakat tertentu. Contohnya saat merebaknya penyakit demam berdarah. Tugas para pelayan kesehatan adalah mencegah agar demam berdarah ini tidak menyebar sehingga tidak terjadi wabah dalam masyarakat. Pencegahan yang dilakukan antara lain dengan pembasmian sarang nyamuk dengan gerakan 3M dan pembagian bubuk abate serta identifikasi dini para penderita yang mengalami demam dan dicurigai menderita demam berdarah. Begitu juga halnya pada penyakit-penyakit lain seperti penyakit diare maupun penyakit infeksi lainnya.
Tiga, kuratif. Kuratif adalah pelayanan kesehatan lini terakhir dengan tujuan untuk mengobati masyarakat yang telah menjadi sakit. Pengobatan ini dengan mudah dapat kita dapatkan di puskesmas maupun rumah sakit. Para penderita dapat diobati dengan cukup memakan obat atau mungkin harus dirawat dirumah sakit sesuai dengan berat ringannya penyakit. Di sinilah layanan kesehatan di negara kita masih terus berkutat. Pelayanan kesehatan lini terakhir inilah yang paling banyak dipilih oleh beberapa calon pengabdi negara untuk dapat mengambil hati masyarakat.
Hubungan dari ketiga pelayanan kesehatan di atas digambarkan sebagai segitiga dengan promotif pada bagian atasnya, preventif di tengahnya dan kuratif pada bagian alasnya. Melihat dari bentuk segitiganya, maka dapat kita bayangkan bahwa biaya yang dihabiskan pada tingkat promotif lebih sedikit dibandingkan dengan biaya yang dihabiskan pada tingkat preventif, dan jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan biaya yang dihabiskan pada tingkat kuratif. Gambar segitiga seperti ini juga mewakili gambaran waktu maupun tenaga yang harus dikuras dan dihabiskan demi terciptanya suatu masyarakat yang sehat.
Dari gambaran inilah kita dapat menilai bahwa sebenarnya yang paling penting dari ketiganya adalah pelayanan pada tingkat promotif. Peningkatan frekuensi, efisiensi dan efektifitas pelayanan pada tingkat promotif ini dipastikan akan menurunkan jumlah masyarakat yang sakit sehingga pada akhirnya bisa menekan biaya yang harus dikeluarkan demi pengobatan. Selain biaya, pem-fokusan pelayanan kesehatan pada lini pertama dan kedua akan mengurangi jumlah tenaga kesehatan yang diperlukan maupun waktu yang harus dihabiskan demi merawat pasien.
Perlu diketahui pula bahwa salah satu poin penting untuk menilai kemajuan dalam bidang kesehatan bukan dilihat dari banyaknya seseorang yang mendatangi pusat layanan kesehatan untuk mengobati penyakitnya tetapi dinilai dari peningkatan pemahaman masyarakat tentang arti hidup sehat dan perubahan gaya hidup serta ketaatan tiap masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan tempat tinggalnya sehingga statistik masyarakat yang mendatangi pusat-pusat pengobatan menurun dari bulan-bulan sebelumnya.
Pun demikian halnya pemikiran pengobatan gratis bagi masyarakat miskin. Jika kita hanya memfokuskan pada pengobatan atau lini terakhir bagi si miskin, maka tidak perlu menunggu lama hingga si miskin akan menjadi sakit kembali. Baik si miskin maupun pelayan kesehatan akan terjerat dalam suatu siklus lingkaran setan yang terus berulang. Tetapi tidak jika kita memfokuskan pada lini pertama dan lini kedua. Saat itu kita akan mengetahui jika yang menjadi inti permasalahan adalah bukan pada sakitnya tetapi pada apa yang menyebabkan sakitnya masyarakat miskin tersebut, misalnya lingkungan yang kotor, pemukiman yang super padat, selokan yang digenangi air, maupun penggunaan air sungai sebagai jamban umum. Perbaikan dari inti permasalahan seperti inilah yang mampu memecahkan rangkaian lingkaran setan yang selama ini membelenggu kita.
Puskesmas sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat dibantu dengan adanya Posyandu, sangat diharapkan mampu menjalankan pelayanan kesehatan ini dengan baik dan terpadu. Arti pentingnya lini pertama dan kedua ini tampaknya mulai disadari salah satunya oleh Pemerintah Kecamatan Ilir Timur II dengan mengaktifkan 107 posyandu mandiri yang menurut Drs Faizal AR, pada tanggal 9 April yang lalu mengatakan bahwa salah satu fungsinya adalah untuk mengantisipasi dan menekan terjadinya kasus gizi buruk. Program pengaktifan pusat-pusat pelayanan kesehatan seperti ini sangat penting karena akan mampu mendeteksi dini anak-anak dengan gizi kurang. Dengan program yang lengkap dan tepat sasaran sangat diharapkan tiap-tiap anak di negeri kita mendapatkan gizi yang baik sehingga pada akhirnya fenomena gunung es akan hilang dan tidak terjadi kembali.
Karena itulah, alangkah lebih baiknya dana pengobatan gratis dialihkan untuk memperbanyak pusat-pusat layanan kesehatan dengan diiringi peningkatan pemberian kualitas pelayanan kesehatan, terutama layanan promotif dan preventif. Setelah kita berhasil menangani kasus gizi buruk dan infeksi, maka kita dapat melebarkan lingkup pelayanan kesehatan dengan lingkup yang lebih besar dan luas lagi pada penyakit non infeksi seperti penyakit keganasan atau yang biasa kita sebut dengan penyakit kanker.
MENGHELA NAFAS SATU KALI LAGI Mei 7, 2008
Posted by klikharry in Renungan, puisi.16 comments
Dua hari yang lalu adalah seperti mimpi yang menjadi kenyataan di dalam hidupku
Aku akhirnya bisa menghela nafas panjang
Aku berhasil menemukannya, sekali lagi setelah lebih 5 tahun ia tenggelam dalam misterinya
Selama kurun tahun tersebut aku telah mengunjungi berbagai kota di Indonesia, hampir setiap waktu aku merasuki tiap jalinan serat fiber optik ke seluruh nusantara, saat itu pula aku berusaha mencari jejaknya
dalam kurun waktu itu pula aku yakin bahwa -seseorang pasti akan meninggalkan jejaknya bila ia pernah berselancar di dalam internet, walau hanya satu kali saja-
dan semua terbukti benar, saat asa ku hampir putus dengan apa yang kuyakinkan tersebut, secara tak aku sangka dan tak aku duga akhirnya tertorehlah jejak itu walau tidak jelas. Tetapi aku berani pastikan bahwa itu dirinya, ia yang selama ini aku cari.

Memang takdir bekerja dengan cara yang aneh. Ternyata itu benar-benar dirinya. Dan halus bayangan akan wajahnya kini kembali menebal dan kian jelas kembali di dalam khayal dan fikirku. Akhirnya di penutup penemuanku itu, tinggal satu yang mengganjal dibenakku di dalam diamnya, masihkah ia sama seperti layaknya delapan tahun yang lalu, yaitu saat aku mengenal dirinya, solehah, tegas, murah senyum dan rendah hati.
SIMPOSIUM : CURRENT MANAGEMENT IN DAILY PRACTICE April 6, 2008
Posted by klikharry in science.2 comments
Continuing Medical Education RSUD Sekayu mengadakan simposium sehari (3 SKP) bertajuk CURRENT MANAGEMENT IN DAILY PRACTICE

DOWNLOAD FORMULIR DIBAWAH INI
formulir-pendaftaran
Sabtu, 26 April 2008
Hotel Aston Palembang mulai pukul 08.00 WIB. Materi yang disampaikan:
Rheumatology in General Practice (dr. Siti Chandra W., SpRM)
Current Management of Head Injury (dr. Amanda Tiksnadi, SpS., MKed.)
Pulmonary Tuberculosis: The Never-Ending Story (dr. Frans A. Barus, SpP)
Current Strategies in Hepatitis and Gastroenteritis (dr. Imran Nito, SpPD)
Acute Coronary Syndrome: So Many Drugs So Little Time (dr. Radityo P., SpJP)
Most Common Pitfalls in Orthopaedic (dr. John Butarbutar, SpOT)
Pendaftaran hubungi:
dr. Gina Sitorus, SMF Paru RSUD Sekayu 081929234718
dr. Robertus Arian, SMF THT-KL RSUD Sekayu 081804245382
Biaya Pendaftaran:
Early Bird (7 - 16 Apr): Dokter 100 rb, Perawat dan dokter muda 75rb
Regular (17 - 23 Apr): Dokter 200rb, Perawat 150rb, Dokter muda 100rb
Late (24 - 26 Apr): Dokter 350rb, Perawat 200rb, Dokter muda 150rb
Biaya ditransfer ke Bank Mandiri
No. Rek. 137-00-0448545- 0 a.n. Robertus Arian D.
Bukti transfer dan formulir pendaftaran (terlampir) di-fax ke (0714) 322770
Mohon menghubungi Contact person untuk verifikasi setelah transfer dan fax.
ENTEROBACTER SAKAZAKII, SUSU FORMULA April 2, 2008
Posted by klikharry in artikel.8 comments
Oleh: dr. Harry Wahyudhy Utama
Penulis dan Pemerhati kesehatan
-
Prabumulih Post, 18 Maret 2008
Baru-baru ini di nusantara kita dikejutkan oleh penemuan yang ditemukan oleh tim penelitian di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Tim peneliti ini menemukan bahwa hampir seperempat dari susu bubuk formula yang diteliti mereka ternyata mengandung bakteri yang berbahaya. Bakteri ini akhirnya dalam waktu sekejap menjadi terkenal di media-media, baik media elektronik maupun media cetak. Bakteri yang menjadi aktor utama tersebut bernama enterobacter sakazakii.
Sejenis bakteri ini yang ditemukan pada tahun 1980 di Jepang. Melirik umur ditemukannya, bakteri ini sebenarnya tidak baru lagi. Jika kita lihat lebih dekat fisik bakteri ini, maka ia akan terlihat sebagai suatu jenis bakteri gram negatif berbentuk seperti balok. Ruang hidup bakteri ini sama seperti bakteri-bakteri lain pada umumnya, hidup di susu mentah yang menjadi sumber bahan baku maupun peralatan-peralatan yang digunakan untuk mengolah susu.
Negara-negara asing seperti di Amerika Serikat, Denmark, Belanda, Portugal, Israel, Belgia dan Perancis, sudah terlebih dahulu meneliti dan menemukan bakteri ini pada susu formula tiap-tiap negara tersebut sejak akhir tahun 1900-an. Sebenarnya Indonesia termasuk cepat, karena para peneliti IPB berhasil menemukan 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara bulan April hingga Juni 2006 lalu terkontaminasi bakteri ini. Hasil ini disampaikan oleh Sri Estuningsih, jurubicara tim peneliti dalam keterangan yang dipublikasikan Kantor Humas IPB, pada tanggal 19 Februari lalu.
Mengapa bakteri enterobacter sakazakii ini begitu menggemparkan penduduk Indonesia? Hal ini tentu disebabkan karena akibat yang akan ditimbulkan dari infeksi bakteri ini. Bowen and Braden (2006) pernah meneliti 46 kasus bakteri ini, 12 bayi diantaranya ternyata menderita bakteremia, 33 bayi menderita meningitis dan 1 bayi menderita infeksi traktus urinarius. Kemudian para peneliti di Indonesia mencoba ikut menelitinya pada bayi mencit yang ternyata menimbulkan sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak).
Yang menjadi pertanyaan kita selanjutnya mengapa baru sekarang kita dihebohkan oleh berita seperti ini? Bukankah keberadaan tentang bakteri ini sudah diteliti sejak awal ditemukannya. Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh IPB yang katanya didanai oleh APBN pada tahun 2006 tersebut, mengapa baru sekarang dipublikasikan oleh tim peneliti IPB? Bukankah hasil tersebut sudah mereka dapatkan sejak dua tahun yang lalu. Selain itu, hasil yang didapat dari apa yang diteliti oleh tim peneliti IPB ini pun tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian yang didapat di negara lain tersebut.
Ibu Menteri Kesehatan, Dr. Siti Fadillah Supari SpJP mempunyai komentar sendiri mengenai masalah ini, menteri menganggap bahwa penelitian ini mempunyai motif tertentu yang harus dicurigai dan ia menduga ada kepentingan bisnis di dalamnya. Hal yang dikatakan oleh ibu menteri ini bukan tanpa alasan mengingat ada beberapa perusahaan yang memproduksi susu jenis ini sehingga tidak menutup kemungkinan adanya usaha untuk mencemarkan salah satu produk kompetitor susu bubuk dan makanan bubur tersebut. Salah satu perusahaan yang diterpa kabar tidak sedap ini adalah PT Sari Husada (SHDA). Gara-gara kabar adanya bakteri itu, menurut Rolland Haas, pemegang saham minoritas SHDA, SHDA pernah menghentikan salah satu pabriknya di Yogyakarta (TRUST edisi 21-5).
Sebenarnya seberapa bahayakah bakteri ini bagi manusia hingga menjadi berita utama di berbagai media tersebut? Enterobacter sakazakii sebenarnya juga terdapat di berbagai macam makanan, tetapi hanya susu bubuk formula bayi yang dapat menimbulkan penyakit karena bayi belum mempunyai pertahanan tubuh yang cukup terhadap infeksi dari bakteri ini. Kelompok umur yang mempunyai resiko tertinggi mengalami infeksi Enterobacter sakazakii adalah pada neonatus (bayi yang berusia kurang dari 28 hari), bayi yang lahir tidak cukup bulan, lahir dengan berat badan rendah atau bayi dengan gangguan pada sistem imunitas tubuhnya, ibu yang menderita HIV dan ibu yang tidak menyusui anaknya. Bayi yang terinfeksi akan mengalami meningitis, abses otak serta kematian. Bahkan di sebuah penelitian menyebutkan bahwa infeksi E. sakazakii di neonatus ini mengakibatkan angka kematian hingga 80%.
Pada dasarnya, ada tiga cara bakteri ini dapat masuk ke dalam susu formula; pertama melalui alat produksi yang digunakan; kedua kontaminasi oleh zat tambahan lain setelah proses pasteurisasi; dan ketiga pada saat memberikan susu tersebut kepada bayi. Usus saluran pencernaan bayi akan ditempati oleh E. sakazakii. Gejala awal yang bisa ditemui pada bayi yang menderita infeksi ini sama seperti sakit infeksi pada umumnya antara lain; bayi akan terlihat rewel, kulit kuning, suara nafas seperti merintih dan suhu tubuh yang naik turun. Waktu perjalanan penyakit ini berkisar antara dua hingga delapan minggu. Pada sebagian besar kasus, infeksi seperti ini apabila dibiarkan akan mengakibatkan terjadinya meningitis (inflamasi akut yang menyerang saraf pusat dan membran otak). Timbul kista dan abses otak, kematian sebagian otak, dan hidrosefalus (penimbunan cairan di dalam otak sehingga kepala bayi akan terlihat membesar dari ukuran kepala anak pada umumnya). Bakteri ini juga kemudian dapat masuk ke dalam darah mengakibatkan kematian sel-sel usus bayi.
Budi Satrio Isman, Direktur Utama SHDA mengatakan bahwa selama ini BPOM memang melakukan pengecekan rutin pada perusahaannya tetapi tidak rutin, selain itu, belum adanya batas ambang maksimal yang diperbolehkan belum diatur oleh BPOM semakin persulit pihak mereka untuk menentukan ambang yang diperbolehkan pada kesehatan. Ia juga menambahkan bahwa suatu produk susu formula itu sangat tidak mungkin untuk terbebas bakteri.
World Health Organization and Food and Agriculture Organization of the United Nations pada bulan Februari 2004 telah membuat rekomendasi sebagai berikut;
-
1. Mengharuskan mitra-mitra industri untuk membangun suatu produksi susu formula se-steril mungkin, mulai dari persiapan, pembuatan dan penyimpanan;
2. mempertimbangkan sebuah standar minimal jumlah E. sakazakii dalam susu formula bayi;
3. memberitahukan para ibu tentang resiko susu bubuk formula nonsteril;
4. pertimbangan pemberian susu formula steril jika ibu tidak bisa memberikan susu. Dengan adanya rekomendasi ini diharapkan akan menurunkan resiko terkena infeksi bakteri dari susu formula.
Atas dasar itulah maka haruslah dilakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi bayi ini, terutama pada ibu yang tidak bisa menyusui anaknya dengan alasan apapun, sebisa mungkin untuk memasak susu formula tersebut setelah dicampur dengan air karena susu bubuk formula bukan produk yang steril. Bukan hanya itu, dari pihak pemerintah, terutama Departemen Kesehatan (DepKes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus senantiasa melakukan uji quality standar pada setiap produk susu formula yang diproduksi oleh masing-masing produsen sesering mungkin. Tanpa mengesampingkan dugaan “agenda tersembunyi” yang dilontarkan oleh Menkes, alangkah lebih baiknya jika semua pihak yang terkait untuk dapat segera menyelesaikan masalah ini dengan tetap memperhatikan dasar masalahnya, membuat standar baku seperti yang telah ditetapkan oleh WHO sehingga para konsumen dapat dengan nyaman mengkonsumsi semua jenis produk susu yang ada di pasaran dan tidak menjadi korban tanpa dosa dan fitnah serta korban konspirasi produk seperti yang dikatakan Menkes karena tongkat estafet pembangunan bangsa ini akan digenggam oleh tangan-tangan halus mereka.
ADVANCED CARDIOVASCULAR LIFE SUPPORT (ACLS) - PELATIHAN ACLS Maret 30, 2008
Posted by klikharry in science.5 comments
ADVANCED CARDIOVASCULAR LIFE SUPPORT (ACLS)
Catatan Pelatihan ACLS bersama PERKI - AULA RUMAH SAKIT MUHAMMAD HOESIN PALEMBANG
27-20 Maret 2008
dr. Nizam SpJP
dr. Onny SpJP
dr. Fahrial SpJP
Bagi teman sejawat yang belum pernah dan berencana untuk mengikuti pelatihan ACLS, maka sebaiknya segera persiapkan fisik dan mental anda saat pelatihan ACLS yang hanya 3 hari tersebut. Saya akan memberikan gambaran bagaimana saya mengikuti pelatihan ACLS tersebut

Hari ke-1
Pretest-> untuk nilai pertama ini terserah mau diisi bener semua atau salah semua, yang pastinya saya sedikit sekali yang ngerti “maklum, fakir ilmu“
INGAT:NILAI TERTINGGI PRETEST DIUMUMKAN PADA AKHIR ACARA
setelah pembukaan maka para pembimbing akan mulai memberikan teori tentang:
1. BLS algoritme
2. ACS (acute coronary syndrome)
3. ECG (electrocardiography)
4. VT (Ventrikel tacchyarritmia)/ VF (Ventrikel fibrilasi), asystole, PEA (Pulseless Electrical
Activity)
5. Bradycardi
6 Skill Station, disini kita akan diajari bermacam tekhik, mulai dari Airway management, bantuan
hidup dasar, membaca ECG, terapi electric (Defibrilasi)
nah….HAPALKAN SEMUA ALGORITME INI DI LUAR KEPALA, KARENA INILAH DASAR DARI UJIAN ACLS ANDA NANTI
Hari ke-2
1. Acute Pulmonary Edema, Hipotensi dan Shock
2. Tachycardia
3. Farmakologi (Hapalkan 3A, Adrenalin,Amiodarone,Atropin)
SEBAIKNYA HAPALKAN ALGORITME Tachycardia dan APE, Hipotensi, syok SEJAK sehari sebelumnya, KARENA HARI INI KITA AKAN LANGSUNG LATIHAN (SIMULASI) UJIAN MEGACODE
4. MEGACODE
sAAt inilah semua ilmu dan algoritme yang telah kita pelajari akan diacak-acak dan disambung-sambung. Saat itu kita baru akan mengerti jika sebenarnya algoritme-algoritme yang kita pelajari tersebut adalah algoritme kecil dari satu algoritme besar yaitu ACLS, dan kita dituntut untuk dapat melakukan semua algoritme semua diatas. Hapalkan apa-apa yang diinginkan oleh tiap pembimbing kita karena pembimbing kita adalah PENGUJI KITA esok harinya. Ingat, pembimbing kita punya prosedur tersendiri!!! Seperti diri saya yang tidak bisa apa-apa dan dimarahi habis-habisan oleh dr. Fahrial, “kamu semuanya gak bisa, sudah dikasih tau masih salah juga, kamu gak merhatikan ya?! kalo kayak gini kamu gak lulus besok” (maafkan saya dok, saya memang gak belajar.. ) ![]()
Pulang abis magrib
HAPALKAN MEGACODE HARI ITU, KARENA ITULAH YANG AKAN DIKELUARKANNNYA ESOK HARINYA, BILA PERLU CATATLAH SEMUA KASUS DAN TAHAPAN-TAHAPANNYA, BAHKAN YANG TERKECIL SEKALIPUN, JANGAN MENGANGGAP ANDA TELAH BISA KARENA YAKINLAH BESOK ANDA AKAN DITEMANI OLEH SI GUGUP DAN SI TAKUT

Hari ke-3
Sebagian ada yang post test duluan atau Megacode duluan
1. POST TEST
HAJAR AJA CING!!! KAN UDAH BELAJAR SEMALEM
Lebih asik buat yang udah Megacode…..lebih tenang dan lebih paham mengerjakannya
2. MEGACODE
WELCOME TO HEAVEN or….WELCOME TO ****
tergantung penguji anda
karena ada penguji yang apabila anda tidak tahu akan meminta anda:
- bernyanyi lagu yang indah atau
- menghentikan tindakan anda yang masih setengah jalan (BELAJAR LAGI!!!!)
nah saya termasuk tim yang harus Belajar lagi….
-ok… setelah kasus pertama saya gagal, saya dan tim saya dipersilahkan keluar untuk belajar lagi
-masuk kembali dan diberikan kasus yang kedua, dan saya gagal lagi dan dipersilahkan belajar kembali
-yang ketiga akhirnya saya berhasil!!!!! mulai dari awal hingga akhir….
kita harus dapat melakukan algoritme setiap keluhan mulai dari penderita sadar dengan keluhan dada terasa panas, nyeri dada, sesak nafas, lemas dan keringat dingin, dan rasa tidak enak di dada
(VT stabil/unstable, SVT stabil/unstable, ACS, APE, bradikardi stabil/ block AV semua grade)
hingga algoritme setiap penderita yang tidak sadar, mulai dari ruangan, ugd maupun ICU ataupun ICCU
(VT/VF, Asistole, PEA)
Selain itu juga kita harus menguasai BLS, ECG dan teknik intubasi
itu saja yang harus anda ketahui tentang Pelatihan ACLS yang saya ikuti. Yang pastinya mesti belajar yang baik dan jangan permalukan almamater anda di depan almamater orang lain, malu donk….
Teliti punya teliti AYAT-AYAT CINTA THE MOVIE Maret 20, 2008
Posted by klikharry in cerita.9 comments
Oleh: Dr. Harry Wahyudhy Utama
Keyword: Ayat-ayat Cinta, Hanung Bramantyo, Habbiburahman Al Shirazy, Kang Abib, Kisah Cinta, Mesir, Novel Cinta, Cerita Fenomenal
Entah aku harus mulai dari mana menuliskan tentang film ayat-ayat cinta yang sudah membumi beberapa lama ini. Walaupun dari segi substansi dan alur tidak mengalami perbedaan tetapi secara langsung kita dapat melihat perbedaan yang sangat mencolok antara novel dan film tersebut. Hal-hal kecil namun penting menunjukkan perbedaan antara bayangan novel ini pada diri Hanung Bramantyo dengan pembaca para novel lainnya (dalam hal ini diwakili oleh saya) .
Poin kecil perbedaan tersebut adalah:
1. Dalam bayangan saya Fahri itu berjenggot sebagai “trademark”nya seorang ikhwan, tetapi Fahrinya Hanung baru berjenggot di akhir-akhir cerita.
2. Dalam bayangan saya, teman-teman satu flat Fahri itu alim-alim, tetapi dibuat lucu dan konyol oleh Hanung tanpa sedikitpun menunjukkan ke “ikhawanan” mereka.
3. Dalam bayangan saya, Fahri adalah orang yang tegar, tetapi Hanung membuatnya menjadi tokoh yang cengeng yang menangis hingga terguling-guling didalam penjara. Kata Hanung sih, ingin lebih memanusiakan Fahri. Trus, tokoh di dalam penjara itu rasanya saya baru mengenalnya di film.
4. Malam pertamanya Fahri dan Aisah, saya membayangkan jika pertama Fahri akan membuka cadar Aisah terlebih dahulu, kemudian membuka kerudungnya, membelai rambutnya kemudian mencium keningnya, tetapi kok Fahrinya Hanung main sosor aja? “Memang sengaja atau gak tau cara islaminya ya Mas Hanung?”
5. Suasana Panazznya Mesir tidak terbawa ke dalam film, juga flat Fahri yang bocor, juga kesibukan-kesibukan lain setemen-temen di Flat
6. Trus disketnya Maria dituker pake CD, Hanung ternyata gak Gaptek ya… Hari gini, masih pake disket, ha..haa…
7. Talaqqi di Masjid Mesir memang seperti itu ya? Hanung pernah ikut talaqqi? Trus rapat mahasiswa dari Indonesia dengan tema Api Unggun dan Bara Api yang disampaikan oleh Fahri, apa benar “ikhtilat” diperbolehkan di Mesir sana?
Selain itu, semuanya tampak Baik-Baik saja, tetapi Ayat-ayat Cinta ini menjadi tantangan terbesar dari produser/sutradara Muslim, mengapa? Karena film AAC ini benar-benar terbuka, tengok dengan adanya pegang-pegangan tangan, cium tangan, sentuhan wajah, buka-bukaan jilbab. Inilah yang menjadi tantangan mereka. Apakah mereka akan berani melakukan seperti apa yang dibuat Hanung? Bila mereka mempertahankan keidealisannya seperti itu seperti pada film AAC misalnya, saya yakin yang mau menonton hanya cewek-cewek yang jilbaban saja ataupun cowok-cowok yang jenggotan saja.
Sedangkan Hanung, sebagai sutradara AAC, benar-benar menawarkan yang berbeda dari buku, Terlihat sekali bagi saya bahwa film AAC dan Novel AAC itu sangat berbeda. Jadi jalan ceritanya saja yang sama, tetapi tokohnya, latarnya, alurnya sama sekali berbeda.
Hanung berani menciptakan penokohan dan karakter tokohnya sendiri serta alur yang sedikit berbeda walau tetap berpedoman dengan novel AAC. Tetapi itulah yang membuat cerita ini menjadi menarik, bayangkan saja jika film AAC benar-benar kopi paste dari novel AAC, tentu saja akan sangat monoton-ton-ton. Sekali lagi buat Hanung, aku kasih double applause deh buat filmnya yang benar-benar menggambarkan dirinya adalah seorang sutradara yang profesional, mulai dari gambar, lagu latar, maupun para aktornya serta skrip cerita yang menarik. Two Thumbs Up!!
Sutradara yang muslim, saya menunggu film buatan anda, ayo jangan kalah dengan Hanung!!
Mau migrasi Maret 18, 2008
Posted by klikharry in science.6 comments
setelah berumur lebih dari satu tahun, akhirnya aku telah merasakan kejenuhan dalam ngeblogs
setelah beberapa hari chat via YM, sharing dan bertukar pikiran dengan temanku dr. nico poundra (www.poundmed.com dan www.nicopoundra.com) aku kemudian berfikir untuk migrasi ke web berbayar, gak papa sih berbayar, asal keinginanku untuk nulis jadi bersemangat kembali.
OK, just wait and see my new klikharry
![]()
DALAM MENDUNG Februari 7, 2008
Posted by klikharry in puisi.4 comments
Diriku dalam mendung
suram, kelam, tanpa riang
hatiku rapuh, luluh, hancur
jiwa gembira tlah melayang
terbang jauh tinggi melayang
rohku telah berlari
lepas, cepat berlari
seluruh badanku telah terkubur
dalam, tertimbun
ingin ku menjerit
keras, teriak, berontak
dalam tiap tulang kerangka tubuh
dalam tiap sinovial sendiku yang berderik kini
entah aku tidak tahu
seberapa jauh mampu hilang dari kenyataan
berlari menuju mimpi agar dapat bertemu denganmu
ayah
LASKAR PELANGI: SETELAH DIBACA Desember 12, 2007
Posted by klikharry in cerita.13 comments
Singkat saja…
Novel ini memang TOP BGT!!!
Salut buat andrea hirata
hmmmm…
wajar kalo sampe disebut
INDONESIA’S MOST POWERFUL BOOK
isinya menarik, dan sekarang aku sedang membaca untuk yang kedua kalinya
bagi yang belum baca, sebaiknya baca deh.. pasti gak bakal nyesel
TWO THUMBS UP!!!











