ANAK-ANAK, SEMUT, BURUNG PIPIT DAN POHON KECIL

Panas begitu teriknya. Para pejalan kaki tampak begitu lelahnya dengan keringat yang merembes dari baju mereka. Bukan itu saja, jalan-jalan ibukota kini diselimuti oleh asap tebal. Di perempatan lampu merah, di sisi jalan, terlihat sebuah pohon kecil yang berdiri dengan tegarnya, duduk berteduh dibawahnya anak kecil yang memukul-mukul sebuah bekas botol minuman mineral kosong. Tak-tak dung-dung… Di sebelahnya, anak kecil yang satunya menyanyikan sebuah lagu diiringi tabuhan gendang temannya.

Sesaat kemudian mereka merasakan suasana yang berbeda. Tiba-tiba matahari tidak menyengat mereka. Disekitar mereka menjadi sangat gelap. Udara mulai terasa sejuk. Mata mereka menerawang ke sekitar mencari penyebab semua ini. Saat mata mereka melihat keatas, dilihatnya langit yang semula begitu birunya telah berubah menjadi gelap kelam. Sejenak ia tersenyum, kemudian berkata

“haaa….asyik hujan…. ayo turunlah hujan… yang deras…..”

Begitu gembiranya anak-anak kecil ini menyambut hujan yang lama dinantikannya.

Pada saat sang awan mulai meneteskan air, mereka mulai menari-nari, layaknya tarian suku indian saat meminta hujan. Betapa tidak, mereka sudah lama menyimpan payung, menunggu waktu hujan untuk disewakan pada para pejalan kaki.

Tepat dibawah pohon kecil itu, di sela-sela akar pohon, tampak sekelompok semut yang sedang berjalan beriringan, mulai bergegas masuk ke dalam sarang mereka. Mereka telah lama mempersiapkan hari ini, saat hujan tiba. Bila kita bisa mendengar perkataan mereka sesaat hujan akan menyirami rumah mereka, mungkin mereka akan berkata, “Hei semuanya!! Cepat kembali ke sarang, langit akan segera menumpahkan airnya, kita akan aman di dalam sarang bersama makanan kita. Alhamdulillah syukur ya Allah, inilah yang telah lama kami nantikan, Semoga hujan kali ini akan menambah rizki kami untuk hari ini dan keesokan harinya..amin”

Di salah satu ranting pohon kecil itu, ada sebuah sarang burung, di dalamnya tinggal induk burung pipit dan dua ekor anaknya. Saat sang awan mulai mengeluarkan bunyi gemuruhnya. Sang ibu burung membiarkan tubuhnya di hujani ribuan tetes air demi melindungi anak-anaknya dari air dan kedinginan. Sang ibu pun bernyanyi dengan setelah hujan meninggalkan mereka

“Ya Allah, semoga dari hujan kali ini dapat tumbuh bulir-bulir benih padi dan ilalang sehingga aku dapat memberi makan dan membesarkan kedua anakku”

Pohon kecil itu…masih berdiri tegak di sisi perempatan jalan. Sudah lebih dari dua tahun ia berada disana. Ia menjadi saksi ketika si anak menangis, saat si anak tertawa, dan saat si anak mendendangkan lagu di samping tubuhnya. Ia membiarkan semut-semut bersarang di balik akarnya, menggigiti dan melubangi akar-akarnya. Betapa gembiranya si pohon kecil saat ia tahu di salah satu dahan pohonnya ada tiga ekor burung. Dengan ranting yang dipunyainya, sang pohon berusaha menjaga telur-telur, melindungi anak-anak burung dari sinar matahari. Saat bunyi gemuruh sang awan menyapanya, si pohon berdoa, “Ya allah, dengan hujanmu, besarkanlah tubuhku, tumbuhkanlah daun-daunku, kokohkanlah akar-akarku, panjangkanlah umurku sehingga aku bisa melindungi anak-anak kecil ini dari terik matahari, melindungi semut-semut yang berada di akarku dan melihat si anak burung terbang ke langitmu.”

Inilah sedikit cerita yang mungkin terlepas dari pikiran kita saat kita berada di sebuah jalanan yang sibuk dan padat. Marilah kita cari sisi lain dari kehidupan yang ada disekitar kita. Ya, hujan adalah salah satu nikmat dari Allah. Semua makhluk allah hendaklah mengucap syukur saat nikmat ini diberikan olehNya. Tanyakanlah kepada anak-anak, semut, burung dan pohon kecil betapa berartinya hujan yang menyirami mereka.

Palembang,18 November 2006

2; amel, thanks 4 the inspiration

2 Tanggapan ke “ANAK-ANAK, SEMUT, BURUNG PIPIT DAN POHON KECIL”


  1. 1 M2n Mei 22, 2008 pukul 2:34 pm

    hmm…aku muter2 di klikharry baca sana sini hmm…kayaknya bisa dibuat berbagai macam buku tulisan2mu disini bro…

  2. 2 klikharry Mei 24, 2008 pukul 7:05 am

    @m2n
    iya dong mas maman


Tinggalkan Balasan




dsc00898 klikharrywordpress2


My blog is worth $9,597.18.
How much is your blog worth?

untitled-1.jpg forum.gif

yang tersesat

Jumlah pengunjung yang telah masuk, ada yang berminat pasang iklan?

  • 221,260 pengunjung

spam yang berhasil ditangkap, ayo, siapa lagi?

berhitung hari yuk

Desember 2006
S S R K J S M
    Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

a