Yakinkah bahwa kebetulan itu akan selalu menghampiri diri kita?
Jangan bohongi diri anda karena memang kita telah melalui banyak sekali peristiwa yang disebut KEBETULAN!!
Ada yang menyebut ini sebagai keberuntungan, keajaiban, ada juga yang menyebutnya sebagai kekuatan sugesti dan perasaan, dan suatu kekuatan dashyat dari tangan-tangan supranatural. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa kebetulan bukanlah suatu keberuntungan ataupun keajaiban melainkan sesuatu yang memang harus terjadi sesuai takdir masing-masing.
Sesuai dengan teori kemungkinan, segala sesuatu sangat mungkin terjadi di dunia, percayakah bila mungkin andalah yang akan menjadi Presiden Indonesia? Tentu saja, karena teori kemungkinan yang saya tekankan disini sangat tergantung dari satu hal, yaitu aku.
Floriberta Aning mengatakan bahwa dalam aku ada empat sekawan, everybody, somebody, anybody, dan nobody. Menjadi presiden itu penting dan everybody tahu akan hal itu, dan somebody akan melakukan hal itu, sebenarnya anybody-lah yang mampu memegang jabatan itu, tapi nobody yang mendapatkannya. Somebody marah karena itu pekerjaan everybody, ketika everybody berfikir, anybody mampu melakukan tapi nobody yang mampu mewujudkannya. Dari semua pertanyaan siapakah kandidat yang paling sempurna, nobody-lah yang paling layak. Siapa yang mampu menurunkan pajak dan bahan bakar?
Nobody-lah yang mampu melakukannya. Siapa yang piawai membawa perdamaian bagi negeri ini? Nobody. Siapa yang sanggup mengahapus KKN? Nobody. Siapa yang hidup langgeng dan bekerja selamanya? Nobody lagi. Siapakah yang akan menghentikan pornografi di media massa? Nobody yang sanggup. Siapa yang mencintaimu dan memberi semangat sangat engkau jatuh? Nobody.
Ternyata dari seluruh pertanyaan krusial ini hanya nobody-lah yang mampu menjawabnya. Karena itu, apakah aku dalam dirimu hanya akan menjadi nobody? Tentu tidak. Memang kebetulan dapat terjadi dan segala sesuatu itu mungkin menurut penganut teori kemungkinan. Tetapi bila aku hanya mengambil peranan sebagai nobody maka kemungkinan tersebut akan semakin kecil. Satu kuncinya, jangan pernah menjadi nobody. Ambil peranan dalam hidup. Jangan terlalu banyak menghayal mengenai aku di masa depan, karena aku adalah aku, dan kau adalah apa yang kau ucapkan.
Rene Descartes mengatakan, “saya berfikir maka saya ada”, dan Fahruddin Faiz yang mengatakan, “aku bertanya maka aku ada.”
Buatlah sesuatu yang berbeda dalam mengenakan aku, seperti pribadi rasulullah yang tetap harum sepanjang zaman, atau seperti Hitler yang semula hanya seorang remaja yang ditolak masuk sekolah melukis di universitas Vienna Austria, kemudian dengan ambisi dan semangat dalam diri mengubahnya menjadi seorang diktator terkejam sepanjang sejarah dan telah berhasil mengubah dunia, atau seperti Umar bin Abdul Azis yang hanya memegang posisi khalifah kurang dari empat tahun tapi telah berhasil memukau dunia dengan seni pemerintahannya, seperti Einstein yang semula hanya seorang anak kecil bodoh yang kemudian menjadi penentu keberhasilan Amerika mengalahkan Jepang. Ya, banyak peranan yang dapat kita ambil dalam hidup untuk mengatakan bahwa aku ada!! Mulailah dengan aku sebagai pemimpin bagi diri saya sendiri.
Aa gym pernah berkata, “mulailah dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang.” Ambillah peranan yang paling kecil dari diri sendiri, tegaskan pada bagian-bagian tubuh, akal dan nafsu dan buat mereka mengakui bahwa akulah sang pemimpin, bukan akal atau nafsu yang memimpin aku. Saat aku telah menjadi pemimpin bagi diriku sendiri, buatlah keluarga, teman dan dosen mengakui bahwa aku disini. Segera sadarkan mereka tentang keberadaan aku, misalnya dengan melakukan apa yang dipesankan oleh mama, mulai dari minum susu sebelum tidur, gosok gigi sesudah makan dan belajar yang rajin supaya pintar. Meraih IP tertinggi atau terendah di angkatan kita, melontarkan sejumlah pertanyaan saat dosen menerangkan pelajaran atau dengan tidur pada waktu kuliah, atau mungkin dengan menjadi kodik mata pelajaran sudah cukup mengatakan aku penting. Tapi Alti Idah Anugrah pernah menuliskan bahwa “apa adanya kita tak kan pernah cukup.” Benar, bila aku tidak bergerak dan hanya diam di satu titik maka lambat laun aku hanya berakhir menjadi nobody. Terus carilah peranan baru yang lebih besar sehingga aku dapat berevolusi. Kemudian pikirkanlah, yang mana menurut aku dalam dirimu yang paling benar; Aku harus ada karena dunia tercipta, atau dunia harus tercipta karena aku ada.Buatlah aku menjadi sesuatu yang luar biasa, bukankah rasulullah mengatakan,”Berusahalah, karena setiap kalian akan dimudahkan menuju takdir masing-masing.”
komentar buatkoe