Sekali lagi lautan air mata tertumpah saat ku mengingat betapa tidak berdayanya diriku.
Saat aku ingin dekat dengan dirimu, aku justru merasa sangat jauh
Sungguh, semua ini terasa sangat berat, aku hanya bisa tetap tabah dan berusaha menahan aliran mataku di hamparan tanahmu
Pujaanku, maafkanlah aku yang tidak bisa dekat denganmu
Cintaku, sekarang yang bisa aku lakukan hanyalah bertahan dari setiap gempuran emosi yang bergejolak saat aku mengingat dirimu
Tetapi, jarak yang engkau buat untukku ini justru mempertebal rasa rinduku
Walau sekarang aku jauh darimu, tapi rasa rindu yang mendalam ini akan menjadi tali agar aku dapat berjumpa denganmu
Aku ingin kita bertemu, menghabiskan satu malam bersama, memuji indahmu, manismu, dan nikmat bersamamu
Sekarang aku hanya bisa meneteskan air mata sebagai pengobat rinduku, sampai engkau mengijinkan aku untuk bertemu dengan mu
Untuk ramadhan tahun ini…
Wahyoe’01.
Obgin, 26 September 2006, di sudut kamar ganti anestesi…













0 Tanggapan ke “UNTUKMU”