Dulu, ketika tubuh belum berdiri tegak
Kaki belum bertumpu kuat
Masih diam membisu
Dan tirai perjalanan baru dibuka
Engkau datang membawa harapan
“A”, begitu mereka menyebutmu
Membawa sejuta kegembiraan
Mendinginkan amarah, menghangatkan jiwa
Kini, ketika tubuh berdiri tegak
Kaki bertumpu kuat
Masih lantang menyuarakan “A”
Semua jalan di depan terbuka
Engkau tempuh semua demi satu tujuan
Untuk “A”, yang selalu ada dalam dirimu
Cerminan tetapnya jiwa dan teguhnya hati
Simbol perjuanganmu yang takkan berhenti
Bila nanti, ketika tubuh terasa lemah
Kaki tidak lagi bertumpu kuat
Suara tak lagi didengar
Dan tirai kehidupan mulai menutup
“A”, begitu mereka mengingatmu
Takkan berubah walau dunia berubah
Karena “A” akan tetap menjadi “A”
Seperti dirimu yang takkan berubah dalam jiwaku
Special for 31 Des, Happy Birthday 2 u













puisinya bagus banget. saya sampe merinding membacanya. Emang “A” sekarang masih ada? Atau “A” hanya sebuah “A” di dunia maya?
A… adalah nama aslinya…
dan ia berada di dunia nyata
hihhihihi memang menarik yah membaca puisi. saya suka dengan puisi ini ^^ teruskan semangat anda dalam berkarya!
terima kasih buat motivasinya….
puisi ini mengingatkan saya pada seorang “A”
hanya itu saja,tapi benar2 menyentuh
jadi sedikit terharu
karya yang begitu mempesona jiwa2 penikmat puisi