Arsip untuk Februari, 2007

Kedokteran Express Edisi 3

3a.JPG
3bxd.JPG

Kedokteran Express Edisi 2

2a.JPG
2b-copy.jpg

Kedokteran Express Edisi 1

1a.JPG
1bx.JPG

HUBUNGAN KEMAMPUAN AEROBIK DAN KONDISI PSIKOLOGIS PADA PELAJAR LAKI-LAKI SMU NEGERI 1 PRABUMULIH

ABSTRAK

HUBUNGAN KEMAMPUAN AEROBIK DAN KONDISI PSIKOLOGIS
PADA PELAJAR LAKI-LAKI
SMU NEGERI 1 PRABUMULIH

(Harry Wahyudhy Utama, 2005, 25 halaman)

Masa remaja adalah salah satu masa transisi antara masa anak dan dewasa. Pada masa ini, remaja menghadapi perubahan fisik yang sangat cepat pada diri mereka. Selain itu mereka membutuhkan aktivitas yang menghasilkan penghargaan dan kepuasan. Pada umumnya mereka sulit diajak berkomunikasi, sangat peka, dan mudah tersinggung. Karena itu, anak remaja yang belum siap menghadapi perubahan pada diri mereka dan memiliki emosi yang labil lebih sering menderita gangguan emosi seperti percobaan bunuh diri, stress, skizofrenia, depresi, dan deviasi seksual. Dengan memiliki tubuh bugar, seseorang akan mampu meningkatkan energi dan menurunkan tingkat ketegangan. Penelitian menunjukkan bahwa subyek yang secara aerobik fit mempunyai penurunan respon stress sangat signifikan terhadap bermacam-macam stressor. Karena ketika seseorang melakukan latihan fisik, maka tubuh akan mengeluarkan hormon β-endorphin yang berfungsi untuk mengatur emosi. Peningkatan β-endorphin terbukti berhubungan erat dengan penurunan rasa nyeri, peningkatan daya ingat, memperbaiki nafsu makan, kemampuan seksual, tekanan darah, pernafasan, meningkatkan semangat dan perasaan energik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kemampuan aerobik terhadap kondisi psikologis pada pelajar laki-laki di SMU Negeri 1 Prabumulih.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Penelitian dilakukan di SMUN 1 Prabumulih. Populasi adalah seluruh siswa laki-laki di SMU Negeri 1 Prabumulih. Dari 91 anak yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan simple random sampling didapat 60 sampel sesuai dengan jumlah yang ditetapkan. Dari sampel yang terpilih, dilakukan penilaian terhadap kondisi psikologis menggunakan General Well Being Scale dan pengukuran kemampuan aerobik dengan tes lari 1,5 km cara METS.
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar subyek (46,67%) mempunyai nilai VO2maks yang baik, 43,3% terindikasi mengalami problem stress dan ada 5% subyek yang terindikasi disstress. Dari hasil uji korelasi menunjukkan bahwa antara kemampuan aerobik dan kondisi psikologis memiliki hubungan yang tidak bermakna. Namun walau menunjukkan hubungan yang tidak bermakna, keduanya menunjukkan suatu korelasi yang positif. Disarankan agar sebagian besar kebugaran jasmani siswa harus dipertahankan dan perlu suatu program pembinaan kebugaran jasmani yang berkelanjutan. Perlu upaya yang terpadu dari pihak sekolah dengan memberikan perhatian pada para siswa dalam perkembangan kondisi psikologisnya di sekolah. Selain itu perlu penelitian terpadu lebih lanjut untuk mencari faktor-faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap kondisi psikologis, terutama pada masa adolesensi.

Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Sehat dalam arti luas mencakup keadaan sehat fisik, mental dan sosial dan bukan hanya keadaan bebas dari penyakit atau kelemahan. Di dalam pengertian tersebut tersirat suatu keadaan yang menunjukkan tingkat kemampuan fungsional tubuh manusia.1 Kegiatan olahraga atau latihan fisik pada umumnya dapat meningkatkan derajat kesehatan, baik kebugaran jasmani maupun kesehatan mental.1,2
Perkembangan mental yang baik sangat penting terutama dalam masa adolesensi. Pada masa ini terjadi perubahan dalam perkembangan seksual dan kebutuhan akan aktivitas yang menghasilkan suatu penghargaan dan kepuasan. Pengaruh eksternal seperti lingkungan sekolah dengan segala bentuk kompetisi dapat menjadi stressor dan mempengaruhi perkembangan psikologis pelajar. Kegagalan dalam mengatasi stressor menyebabkan remaja cenderung mengalami depresi, ketegangan, dan berbagai kondisi psikologis yang buruk.3
Salah satu manfaat berolahraga secara teratur adalah manfaat psikologis, seseorang yang berolahraga secara teratur akan “merasa lebih sehat”. Olahraga teratur juga memungkinkan seseorang tetap energik walau telah berada di usia tua.4 Petruzello membuktikan bahwa olahraga ringan mampu meningkatkan energi dan menurunkan tingkat ketegangan.3
Ketika seseorang melakukan latihan fisik lebih dari 20 menit, maka akan mengeluarkan suatu hormon yang bernama β-endorphin yang ditangkap oleh reseptor dalam hipothalamus dan sistem limbik dan berfungsi untuk mengatur emosi.2 Peningkatan β-endorphin terbukti berhubungan erat dengan penurunan rasa nyeri, peningkatan daya ingat, memperbaiki nafsu makan, kemampuan seksual, tekanan darah dan pernafasan. Selain itu, β-endorphin dapat meningkatkan semangat dan perasaan energik.2,5
Nieman menyatakan bahwa kondisi psikologis yang buruk berhubungan erat dengan kondisi fisik seseorang. Hal ini terbukti dari penelitian yang menunjukkan bahwa subyek yang secara aerobik fit mempunyai penurunan respon stress sangat signifikan terhadap bermacam-macam stressor. Penelitian pada pelari marathon membuktikan bahwa mereka lebih semangat, tidak tampak tegang, cemas, dan depresi.5
Berbagai penelitian membuktikan bahwa daya tahan kardiorespirasi adalah salah satu indikator obyektif dalam mengukur aktivitas fisik seseorang dan merupakan komponen terpenting dalam meningkatkan kebugaran jasmani seseorang.6 Cooper menyatakan bahwa daya tahan kardiorespirasi merupakan komponen terpenting dalam menilai kemampuan aerobik seseorang.5 Blair berpendapat, daya tahan kardiorespirasi yang tinggi menunjukkan kemampuan untuk bekerja yang tinggi, karena mengeluarkan sejumlah energi yang cukup besar dalam periode waktu yang lama.6
Sampai saat ini, di Indonesia belum ada penelitian yang menghubungkan antara kemampuan aerobik seseorang dengan kondisi psikologisnya. Berdasarkan uraian diatas, peneliti ingin melihat sejauh mana hubungan antara kondisi psikologis dengan tingkat kebugaran jasmani di kalangan pelajar.

I.2 Rumusan Masalah
Olahraga dan latihan fisik secara teratur dapat menjaga dan meningkatkan kondisi kebugaran seseorang. Dengan meningkatnya kemampuan fisik, secara tidak langsung akan memperbaiki kondisi psikologis karena olahraga mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam menggunakan energi secara optimal dan menurunkan tingkat ketegangan. Keadaan mental yang labil dan kegagalan menghadapi stressor lingkungan terutama di kalangan pelajar, menyebabkan mereka cenderung untuk mengalami gangguan emosional yang berdampak buruk pada kondisi psikologisnya. Di Indonesia, khususnya kalangan pelajar SMU belum diketahui kemampuan aerobik dan kondisi psikologis, serta hubungan antar keduanya.

I.3 Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui kemampuan aerobik pada pelajar laki-laki SMU Negeri 1 Prabumulih.
2. Untuk mengetahui kondisi psikologis pada pelajar laki-laki di SMU Negeri 1 Prabumulih.
3. Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kemampuan aerobik terhadap kondisi psikologis pada pelajar laki-laki di SMU Negeri 1 Prabumulih.

I.4 Manfaat
Penelitian ini akan memberikan informasi mengenai kondisi kemampuan aerobik dan kondisi psikologis pelajar, sehingga bila diketahui adanya kemampuan aerobik yang tidak optimal, dapat dilakukan usaha perbaikan untuk meningkatkan kemampuan aerobik dan kebugaran jasmaninya. Disamping itu, penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak terkait mengenai pentingnya kemampuan aerobik dalam mempengaruhi kondisi psikologis seseorang.

LENGKAPNYA DAPAT ANDA DOWNLOAD DIBAWAH INI
ENTEr

KERACUNAN NITRIT-NITRAT

Oleh:
Harry Wahyudhy Utama, S.Ked
I. PENDAHULUAN

Nitrat (NO3-) dan nitrit (NO2-) adalah ion-ion anorganik alami, yang merupakan bagian dari siklus nitrogen. Aktifitas mikroba di tanah atau air menguraikan sampah yang mengandung nitrogen organik pertama-pertama menjadi ammonia, kemudian dioksidasikan menjadi nitrit dan nitrat. Oleh karena nitrit dapat dengan mudah dioksidasikan menjadi nitrat, maka nitrat adalah senyawa yang paling sering ditemukan di dalam air bawah tanah maupun air yang terdapat di permukaan. Pencemaran oleh pupuk nitrogen, termasuk ammonia anhidrat seperti juga sampah organik hewan maupun manusia, dapat meningkatkan kadar nitrat di dalam air. Senyawa yang mengandung nitrat di dalam tanah biasanya larut dan dengan mudah bermigrasi dengan air bawah tanah.1
Pada daerah dimana pupuk nitrogen secara luas digunakan, sumur-sumur perumahan yang ada disana hampir pasti tercemar oleh nitrat. Diperkirakan 14 juta rumah tangga di Amerika Serikat menggunakan sumur pribadi untuk memenuhi kebutuhan air minumnya (Badan Sensus Amerika Serikat 1993). Pada daerah pertanian, pupuk nitrogen merupakan sumber utama pencemaran terhadap air bawah tanah yang digunakan sebagai air minum. Sebuah penelitian oleh United States Geological Survey menunjukkan bahwa > 8200 sumur di seluruh AS terkontaminasi oleh nitrat melebihi standar air minum yang telah ditetapkan oleh Envrironmental Protection Agency (EPA), yaitu 10 ppm. Sumber nitrat lainnya pada air sumur adalah pencemaran dari sampah organik hewan dan rembesan dari septic tank.1
Bahan makanan yang tercemar oleh nitrit ataupun bahan makanan yang diawetkan menggunakan nitrat dan nitrit dapat menyebabkan methemoglobinemia simptomatik pada anak-anak. Walaupun sayuran jarang menjadi sumber keracunan akut, mereka memberi kontribusi >70% nitrat dalam diet manusia tertentu. Kembang kol, bayam, brokoli, dan umbi-umbian memiliki kandungan nitrat alami lebih banyak dari sayuran lainnya. Sisanya berasal dari air minum (+ 21%) dan dari daging atau produk olahan daging (6%) yang sering memakai natrium nitrat (NaNO3) sebagai pengawet maupun pewarna makanan. Methemoglobinemia simptomatik telah terjadi pada anak-anak yang memakan sosis yang menggunakan nitrit dan nitrat secara berlebihan. 1,2

II. PERMASALAHAN
Penyalahgunaan inhalan nitrit yang mudah menguap dapat menyebabkan methemoglobinemia berat dan kematian. Terpapar nitrit tak sengaja dalam laboratorium kimia dan penghirupan pada usaha bunuh diri pernah terjadi. Penyalahgunaan nitrit volatile atau mudah menguap (amyl, butyl, dan isobutyl nitrit) sebagai perangsang sering terjadi. Terpapar nitrat atau nitrit juga dapat berasal dari obat-obatan tertentu. Bayi dan anak-anak rentan terpapar oleh nitrat melalui perak nitrat topikal yang digunakan pada terapi luka bakar. Obat-obatan lainnya yang diduga menyebabkan keracunan nitrat atau nitrit adalah derivate quinone (antimalaria), nitrogliserin, bismuth subnitrit (antidiare), ammonium nitrat (diuretik), amyl dan natrium nitrit (antidotum keracunan sianida dan hidrogen sulfida), dan isosorbid dinitrat/tetranitrat (vasodilator untuk terapi penyakit arteri koroner).1,2,3
Tingginya kadar nitrat pada air minum terutama yang berasal dari sungai atau sumur di dekat pertanian juga sering menjadi sumber keracunan nitrat terbesar. Hal ini sangat berbahaya bila kandungan nitrat ini dikonsumsi oleh anak bayi dan dapat menimbulkan keracunan akut. Bayi yang baru berumur beberapa bulan belum mempunyai keseimbangan yang baik antara usus dan bakteri usus. Sebagai akibatnya, nitrat yang masuk dalam saluran pencernaan akan langsung diubah menjadi nitrit yang kemudian berikatan dengan hemoglobin membentuk methemoglobin. Ketidak mampuan tubuh bayi untuk mentoleransi adanya methemoglobin yang terbentuk dalam tubuh mereka akan mengakibatkan timbulnya sianosis pada bayi. Pada bayi yang telah berumur enam bulan atau lebih, bakteri pengubah nitrat di dalam tetap ada walau dalam jumlah sedikit. Pada anak-anak dan orang dewasa, nitrat diabsorbsi dan di sekresikan sehingga resiko untuk keracunan nitrat jauh lebih kecil.2

Menurut siklusnya, bakteri akan mengubah nitrogen menjadi nitrat yang kemudian digunakan oleh tumbuh-tumbuhan. Hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan kemudian menggunakan nitrat untuk menghasilkan protein di dalam tubuh. Setelah itu, nitrat akan dikeluarkan kembali ke lingkungan dari kotoran hewan tersebut. Mikroba pengurai kemudian mengubah nitrat yang terdapat dalam bentuk amoniak menjadi nitrit. Selain itu, nitrat juga diubah menjadi nitrit pada traktus digestivus manusia dan hewan. Setelah itu bakteri dilingkungan akan mengubah nitrit menjadi nitrogen kembali.2,3
Tetapi apabila jumlah nitrit ataupun nitrat yang berada di suatu lingkungan melebihi kadar normal maka siklus ini tidak akan dapat berjalan sebagaimana metinya. Aktifitas pertanian yang dilakukan manusia telah banyak meningkatkan kadar nitrat dilingkungan karena penggunaan pupuk yang berlebihan. Nitrat dan nitrit sangat mudah bercampur dengan air dan terdapat bebas didalam lingkungan.3

III. SIFAT FISIK DAN STRUKTUR KIMIA
Nitrat dibentuk dari asam nitrit yang berasal dari ammonia melalui proses oksidasi katalitik. Nitrit juga merupakan hasil metabolisme dari siklus nitrogen. Bentuk pertengahan dari nitrifikasi dan denitrifikasi. Nitrat dan nitrit adalah komponen yang mengandung nitrogen berikatan dengan atom oksigen, nitrat mengikat tiga atom oksigen sedangkan nitrit mengikat dua atom oksigen. Di alam, nitrat sudah diubah menjadi bentuk nitrit atau bentuk lainnya.3,4

Struktur kimia dari nitrat Berat molekul: 62.05 Struktur kimia dari nitritO == N — O-Berat molekul: 46.006

Pada kondisi yang normal, baik nitrit maupun nitrat adalah komponen yang stabil, tetapi dalam suhu yang tinggi akan tidak stabil dan dapat meledak pada suhu yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat besar. Biasanya, adanya ion klorida, bahan metal tertentu dan bahan organik akan mengakibatkan nitrat dan nitrit menjadi tidak stabil. Jika terjadi kebakaran, maka tempat penyimpanan nitrit maupun nitrat sangat berbahaya untuk didekati karena dapat terbentuk gas beracun dan bila terbakar dapat menimbulkan ledakan. Bentuk garam dari nitrat dan nitrit tidak berwarna dan tidak berbau serta tidak berasa. Bersifat higroskopis.2,4

IV. DOSIS DAN KADAR NORMAL
Dosis letal dari nitrat pada orang dewasa adalah sekitar 4 sampai 30 g (atau sekitar 40 sampai 300 mg NO3-kg). Dosis antara 2 sampai 9 gram NO3- dapat mengakibatkan methemoglobinemia. Nilai ini setara dengan 33 to 150 mg NO3-/kg.
Dosis letal dari nitrit pada orang dewasa bervariasi antara 0.7 dan 6 g NO2- (atau sekitar10 sampai 100 mg NO2-/kg).4
Dengan dosis yang lebih kecil akan dapat membahayakan neonatus karena belum lengkapnya pembentukan dan regenerasi hemoglobin didalam tubuh mereka.. Kebanyakan kasus membuktikan bahwa neonatus langsung mengalami methemoglobinemia setelah minum air formula yang tinggi nitrat atau nitrit.4

V. FARMAKOKINETIK
Nitrat dan nitrit yang diberikan secara oral akan diabsorbsi oleh traktus digestivus bagian atas dan dipindahkan ke dalam darah. Di dalam darah, nitrit mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin yang kemudian teroksidasi menjadi nitrat. Normalnya methemoglobin akan langsung diubah menjadi hemoglobin kembali melalui proses enzimatik. Nitrat tidak diakumulasikan didalam tubuh. Nitrat kemudian didistribusikan ke cairan-cairan tubuh seperti urin, air liur, asam lambung, dan cairan usus. Sekitar 60% dari nitrat oral diekskresikan melalui urin. Sisanya belum diketahui, tetapi metabolisme bakteri endogen mengeliminasi sisanya.3,4
Apabila nitrat dan nitrit yang masuk bersamaan dengan makanan, maka banyaknya zat makanan akan menghambat absorbsi dari kedua zat ini dan baru akan diabsorbsi di traktus digestivus bagian bawah. Hal ini akan mengakibatkan mikroba usus mengubah nitrat menjadi nitrit sebagai senyawa yang lebih berbahaya. Karena itu, pembentukan nitrit pada intestinum mempunyai arti klinis yang penting terhadap keracunan. Nitrit dapat mengakibatkan vasodilatasi pada pembuluh darah, hal ini mungkin diakibatkan karena adanya perubahan nitrit menjadi nitrit oksida (NO) atau NO-yang mengandung molekul yang berperan dalam membuat relaksasi otot-otot polos.1,4
Selain itu, nitrit di dalam perut akan berikatan dengan protein membentuk N-nitroso, komponen ini juga dapat terbentuk bila daging yang mengandung nitrat atau nitrit dimasak dengan panas yang tinggi. Sementara itu, komponen ini sendiri diketahui menjadi salah satu bahan karsinogenik seperti timbulnya kanker perut pada manusia.2,3
VI. KLASIFIKASI
Klasifikasi yang dibuat adalah berdasarkan besar tidaknya kemungkinan paparan zat nitrat dan nitrit pada manusia.4
o Paparan yang tidak disengaja: Kontak secara tidak sengaja dengan komponen nitrat maupun nitrit, baik secara inhalasi maupun tertelan.
o Paparan yang terus-menerus. Pekerja yang sering berhubungan dengan nitrit, misalnya petugas yang selalu berada di dalam laboratorium. Pekerja yang bekerja ditempat pembuatan pupuk dan bahan peledak sangat mungkin terpapar nitrat secara inhalasi karena terhisap debu yang mengandung garam nitrat. Debu nitrat ini dapat dengan mudah bercampur dengan gula dan kulit. Hal ini juga terjadi pada para petani yang sering menggunakan pupuk yang mengandung nitrat.
o Paparan medis, diakibatkan penggunaan sodium nitrit intravena secara berlebihan sebagai antidotum keracunan sianida.

VII. GEJALA DAN MANIFESTASI KLINIS
Nitrat yang masuk ke dalam saluran pencernaan melalui makanan atau air minum, tetapi yang terbanyak adalah melalui air minum. Nitrat yang berlebih dari sisa pemupukan akan mengalir bersama air menuju sungai atau meresap ke dalam air tanah. Nitrat yang berlebih akan terakumulasi di dalam tanah. Selain peroral, nitrat dan nitrit dapat masuk ke dalam tubuh dalam bentuk debu secara inhalasi. Nitrat dan nitrit sulit untuk diabsorbsi kulit. Belum ada penelitian yang menjelaskan apakah nitrat dan nitrit dapat masuk melalui kulit. Tetapi absorbsi dapat terjadi bila terjadi kerusakan kulit misalnya adanya luka bakar.1,4,5
Belum ada laporan yang jelas mengenai efek racun dari nitrat. Selama ini yang diketahui efek racunnya adalah konversi dari nitrit. Efek racun yang akut dari nitrit adalah methemoglobinemia, dimana lebih dari 10% hemoglobin diubah menjadi methemoglobin.Bila konversi ini melebihi 70% maka akan sangat fatal.4

Nitrit juga dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah karena efek vasodilatasinya.Gejala klinis yang timbul dapat berupa nausea, vomitus, nyeri abdomen, nyeri kepala, pusing, penurunan tekananan darah dan takikardi, selain itu sianosis dapat muncul dalam jangka waktu beberapa menit sampai 45 menit. Pada kasus yang ringan, sianosis hanya tampak disekitar bibir dan membran mukosa. Adanya sianosis sangat tergantung dari jumlah total hemoglobin dalam darah, saturasi oksigen, pigmentasi kulit dan pencahayaan saat pemeriksaan. Bila mengalami keracunan yang berat, korban dapat tidak sadar seperti stupor, koma atau kejang sebagai akibat hipoksia berat. Prognosis sangat tergantung dari terapi yang diberikan.4,5,6
Mula-mula timbul gangguan gastrointestinal dan sianosis tanpa sebab akan sering dijumpai. Pada kasus yang berat, koma dan kematian dapat terjadi dalam satu jam pertama akibat timbulnya hipoksia dan kegagalan sirkulasi. Akibatnya, terjadi iskemia terutama organ-organ yang vital. Efek vasodilatasi ini tidak dapat di blok oleh atropin atau obat-obatan lain. Tubuh seharusnya mengkompensasinya dengan takikardi tetapi karena pada korban dapat terjadi vasovagal reflex yang mengakibatkan bradikardi. Pada sistem pernafasan mulai tampak takipneu dan hiperventilasi disertai dengan sianosis. Apabila dibiarkan maka akan timbul koma dan kejang sebagai akibat anoksia serebri.1,3,4

VIII. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Sampel darah
Sampel dari darah arteri yang berwarna coklat muda. Konsentrasi dari methemoglobin dapat dihitung melalui spektofotometri.
Analisa Biokimia
Hemoglobin total
Hitung jenis
Elektrolit terutama kalium
Keseimbangan asam basa
Tekanan gas darah
Analisa

IX. DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis yang muncul.1,4,7
· terlihat adanya sianosis tipe sentral yang bukan disebabkan oleh gangguan jantung atau paru
· warna darah yang kecoklatan menunjukkan tingginya kadar methaemoglobinaemia.
· Lamanya paparan. Dapat diperiksa kadar gas darah, keseimbangan asam basa, dan kadar nitrat di dalam urin.

X. PENATALAKSANAAN
1. Korban
Prinsip dari penanganannya adalah dengan menurunkan jumlah nitrit yang bersifat racun karena nitrat tidak begitu berbahaya.4,7
· Rangsang muntah atau lakukan bilas lambung jika tertelan.
· Monitor tanda vital, tekanan darah, pernafasan dan onset munculnya sianosis.
· Berikan oksigen dosis tinggi perinhalasi jika mulai tampak adanya methemoglobinemia.
· Metilen blue adalah antidotum spesifik bila terjadi methemoglobinemia.
· Pasien dengan keracunan nitrat atau nitrit berat harus segera dibawa ke ICU.
· Monitor juga kadar keseimbangan asam-basa dan analisa gas darah.
·
Antidotum
Metilen blue (tetramethyl thionine chloride) adalah antidotum spesifik bila terjadi methemoglonemia melebihi dari 30%. Sangat efektif tetapi juga mempunyai banyak efek samping. Dosis inisial adalah 1 sampai 2 mg/kg secara intravnea selama 5-10 menit. Pemulihan dari sianosis akan muncul dalam jangka waktu 1-2 jam. Tingkat dari methemoglobin harus dimonitor satu jam kemudian. Bila ternyata kadar nitrat dalam darah masih tinggi maka dapat diberikan dosis ulangan. Dosis dari metilen blue ini tidak boleh melebihi 7 mg/kgBB.3,4
Efek samping dari dari metilen blue adalah terjadinya nyeri dada, keletihan dan anemia hemolitik pada pasien dengan ganngguan defisiensi glukosa 6 fosfat dehidrogenase. Asam askorbat dapat menjadi antidotum alternatif walaupun efeknya sangat lambat.4,5,7

2. Sumber air
Nitrat sangat mudah bercampur dengan air dan sangat susah untuk dipisahkan. Ada tiga metode yang digunakan untuk mengurangi jumlah nitrat di dalam suatu lingkungan;5,6
1. Demineralisasi
2. Penukaran ion
3. Pencampuran

1. Demineralisasi
Demineralisasi akan mengurangi kadar nitrat dan mineral lain di dalam air. Dalam hal ini, penyulingan air adalah yang paling efektif. Pertama air dipanaskan, setelah itu uap air yang terbentuk dipindahkan ketempat lain yang lebih dingin sehingga terbentuk air kembali dan sisa mineral yang tertinggal akan mengendap di dasar pemanas. Proses ini memerlukan energi dan tenaga yang sangat besar.
2. Pertukaran ion
Cara ini adalah dengan menukar substansi lain yang serupa sehingga akan mengambil alih tempat yang seharusnya diikat oleh nitrat. Zat yang sering digunakan adalah klorida yang relatif kurang berbahaya.
3. Pencampuran
Cara ini adalah dengan mencampurkan air yang telah dicemari nitrat dengan air dari sumber yang berbeda dan mempunyai kadar nitrat yang rendah, sehingga dengan pencampuran kedua air ini diharapkan kadar nitrat dapat diturunkan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Thompson B, Nitrates And Nitrites Dietary Exposure and Risk Assessment. Institute of Environmental Science & Research Limited. Christchurch Science Centre. New Zealand. 2004. Available from: www.esr.cri.nz. Access on: November 22, 2006.
2. Parrot K, Woodard J,Ross B. Household Water Quality. “Nitrates in Household Water”. Virginia polytechnic institute and state university. Virginia State University. Virginia. 2002. Available from: info.ag.uidaho.edu/pdf/CIS/CIS1099.pdf. Access on: December 1, 2006.
3. Argonne National Laboratory, EVS. Nitrate and Nitrite. Human Health Fact Sheet.. 2005. Available from: http://www.epa.gov/OGWDW/dwh/c-ioc/nitrates.html. Access on: November 22, 2006
4. Ruse M, Nitrates and Nitrites. IPCS, Newcastle. United Kingdom. 1999. Available from: http://www.inchem.org/nitrates&nitrites.html. Access on: November 22, 2006.
5. Mancl K, Nitrate in Drinking Water, University Outreach and Extension. University of Missouri. Missouri. 1998. Available from: www.p2pays.org/ref/17/16682.pdf. Access on ; December 1, 2006.
6. Morris D, Nitrate and Nitrite Poisoning. Vet Column. French Post. 1996. Available from: http://www/rmla.com/index.htm. Access on: November 22, 2006.
7. Allison CD. Nitrate Poisoning of Livestock. Cooperative Extension Service. College of Agriculture andHome Economics. New Mexico State University. 2003. Available from: cahe.nmsu.edu/pubs/_b/b-807.pdf. Access on: December 1, 2006.

LENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI

PENUTUP SEBUAH KISAH:BULAN TIDAK SELALU PURNAMA

Bulan, beritahukan padaku,
Saat engkau tertutup awan kelam
Saat engkau tidak mampu memberikan cahayamu
Saat cahayamu sedang meredup

Tapi, bila memang telah habis waktu
Tidak ada lagi cahaya untuk diriku
Pastikan aku tetap menunggu dan mengenangmu
Karena cahayamu adalah pelita perjalananku

Bulan, walaupun indah cahayamu mulai menghilang
Berikanlah aku waktu untuk membuktikan
Aku akan selalu menjaga sisa-sisa cahayamu
Karena aku tahu, bulan tidak selalu purnama

Hmmm…

tarik nafas panjang… hembuskan perlahan…
buang segala keresahan dan emosi yang mengumpul di dalam jiwa
biarkan mereka terbang ke tempat yang jauh disana

ya, keinginan dalam batin untuk dapat dekat dengan rembulan yang selama ini kuimpikan *** harus kutahan.

saat teman ku **** berkata dalam smsnya
“b carefl, hati djago tu, gek smangkok cintany tumpah sbelum waktunya..he..he..”

berat…berat….
terlebih lagi tampaknya smangkok cintanya lg luber keluar nih,, bareng dengan banjir di jakarta…..

hiks…hiks….:(

Pencapaian Program Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Sukarami Palembang tahun 2004, 2005, 2006

Oleh:
Harry Wahyudhy Utama, S.Ked
Satih Komalasari, S.ked
Meita Ranika, S.Ked
Irma Yanti, S.Ked

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Biasanya ditandai dengan demam yang bersifat bifasik selama 2-7 hari, ptechia dan adanya manifestasi perdarahan.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk.
Di Indonesia, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) dari 1 Januari -10 Agustus 2005 di seluruh Indonesia mencapai 38.635 orang, sebanyak 539 penderita diantaranya meninggal dunia. Menurut catatan Dinas Kesehatan Sumsel, jumlah kasus DBD di Sumsel sebanyak 286 kasus pada Januari, dan 159 kasus pada awal sampai pertengahan Februari 2005. Jumlah penderita sejak Januari 2005 mencapai 445 kasus. Palembang merupakan kota dengan jumlah penderita DBD terbanyak, yaitu 192 orang pada Januari, dan 57 orang pada Februari 2005.
Di Puskemas Sukarami didapatkan angka kejadian DBD pada tahun 2004 sebanyak 47 kasus, tahun 2005 sebanyak 57 kasus dan tahun 2006 sebanyak 57 kasus. Oleh karena itu, perlu tindak lanjut untuk menangani permasalahan ini sehingga angka penderita DBD dapat dikurangi.

II. Strategi, Kebijakan dan Pokok-pokok Kegiatan Program P2 DBD
II.1. Strategi:
A. Pemberdayaan Masyarakat
Meningkatnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD merupakan kunci keberhasilan upaya pemeberantasan penyakit DBD. Untuk mendorong meningkatnya peran aktif masyarakat, maka upaya-upaya KIE, social marketing, advokasi dan berbagai penyuluhan dilaksanakan secara intensif dan berkesinambungan melalui berbagai media massa dan sarana.
B. Peningkatan Kemitraan Berwawasan Bebas Penyakit DBD
Peran sektor terkait sangat menentukan sekali dalam pemberantasan penyakit DBD. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi stakeholder baik sebagai mitra maupun pelaku merupakan langkah awal dalam menggalang, meningkatkan dan mewujudakan kemitraan. Jejaring kemitraan dilaksanakan melalui pertemuan berkala guna memadukan berbagai sumber daya masing-masing mitra. Pertemuan berkala dilaksanakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian program.
C. Peningkatan Profesionalisme Pengelola Program
Pengetahuan mengenai bionomic vektor, virologi, faktor perubahan iklim, penatalaksaan kasus harus dikuasai oleh pengelola program sebagai landasan dalam menyusun program pemberantasan DBD, sehingga diperlukan adanya peningkatan SDM misal : pelatihan, sekolah dan sebagainya.
D. Desentralisasi
Optimalisasi pendelegasian wewenang pengelolaan program kepada kabupaten/kota.
E. Pembangunan Berwawasan Kesehatan Lingkungan
Lingkungan hidup yang sehat akan mengurangi angka kesakitan penyakit DBD, sehingga diperlukan adanya peningkatan mutu dari lingkungan itu sendiri melalui orientasi, advokasi, sosialisasi tentang pemberantasan penyakit DBD yang berwawasan lingkungan kepada semua pihak terkait.

II.2. Kebijakan
a) Meningkatkan perilaku hidup sehat dan kemandirian terhadap P2 DBD
b) Meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap penyakit DBD
c) Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi program P2 DBD
d) Memantapkan kemitraan baik lintas sektor/program, LSM, organisasi profesional dan dunia usaha
II.3. Pokok-Pokok Kegiatan
§ Melakukan surveilans epidemiologi dimana dilakukan kewaspadaan dini penyakit DBD melalui kegiatan penemuan dan pelaporan penderita baik dari RS, Puskemas, Pemantauan Jentik Berkala.
§ Tatalaksana kasus
§ Pemberantasan vektor melalui program pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
§ Penanggulangan kejadian luar biasa (KLB)
§ Penggerakan peran serta masyarakat
§ Pelatihan guna meningkatkan SDM yang profesional terhadap petugas kesehatan, petugas laboratorium, pelaksana program, petugas lapangan penyemprot, dokter puskesmas, dokter swasta, dan dokter RS
§ Promosi DBD yaitu melalui penyuluhan media massa, pengadaan leaflet, poster dan seminar.

III. Rumusan Masalah
1. Bagaimana distribusi penderita DBD berdasarkan jenis kelamin di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006 ?
2. Bagaimana distribusi penderita DBD berdasarkan penatalaksanaan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006?
3. Bagaimana distribusi penderita DBD berdasarkan umur di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006 ?
4. Bagaimana distribusi musim penyebaran DBD di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006?
5. Bagaimana pencapaian program P2DBD tentang ABJ, apakah telah mencapai angka ≥ 95% di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006 ?
6. Bagaimana pencapaian program P2DBD tentang abatisasi, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penyuluhan di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006?

IV. Tujuan
1. Untuk mengetahui distribusi penderita DBD berdasarkan jenis kelamin di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006
2. Untuk mengetahui distribusi penderita DBD berdasarkan penatalaksanaan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006
3. Untuk mengetahui distribusi penderita DBD berdasarkan umur di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006
4. Untuk mengetahui distribusi musim penyebaran DBD di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006
5. Untuk mengetahui pencapaian program P2DBD tentang ABJ, apakah telah mencapai angka ≥ 95% di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006.
6. Untuk mengetahui pencapaian program P2DBD tentang abatisasi, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penyuluhan di wilayah kerja Puskesmas Sukarami dari tahun 2004-2006

Lengkapnya dapat anda baca dan boleh didownload disini:
Pencapaian Program Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Surat buat Bapak Menteri

Tempo hari Bapak Abu Rizal Bakrie, Menteri idola saya berkata seperti ini “Ya, banjir ini memang mesti kita tangani, tetapi saya harap media tidak membesarkan-besarkan masalah ini, buktinya para korban banjir masih ada yang bisa ketawa, jangan anggap seperti dunia mau kiamat”
Bapak, saya yang selalu mengidolakan bapak sangat setuju dengan statemen yang bapak keluarkan. Makanya jika mau membuat rumah yang kayak bapak, rumahnya besar, jauh dari banjir, pake AC, dijamin banjir maupun gempa bumi akan segan mampir, benerkan pak? Iya, memang masih banyak korban banjir yang bisa ketawa, masih sempat minta-minta uang di pinggir jalan, masih sempat jalan-jalan ke tempat pengungsian, masih bisa memancing ikan. Trus yang katanya ada yang kelaparan, penyakit diare, ISPA, harta yang pada hilang pasti hanya gosip aja, ya kan pak? Mereka itu hanya akting pak rizal!!! Mereka cuma mau ngabisin uang negara. Memang media sering membesar-besarkan masalah ya pak. Kayak media infotainment. ”emang banjir kite selebritis, diem dikit nape? Pan malu ame negare tetangge”
Pokoknya saya akan selalu membela bapak, bila ada yang tidak seteuju, silahkan pergi dari jakarta, salah sendiri jadi orang miskin. OK Pak!! Maju terus!! Jangan takut sama rakyat, tetap lakukan yang bapak anggap benar walau menurut mereka bapak salah…

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Investasi bukan Biaya

Oleh: Harry Wahyudhy Utama, S.Ked
Perusahaan selama ini dianggap sebagai biang rusaknya lingkungan, pengeksploitasi sumber daya alam, hanya mementingkan keuntungan semata. Kebanyakan perusahaan selama ini melibatkan dan memberdayakan masyarakat hanya untuk mendapat simpati. Program yang mereka lakukan hanya sebatas pemberian sumbangan, santunan dan pemberian sembako. Dengan konsep seperti ini, kondisi masyarakat tidak akan berubah dari kondisi semula, tetap miskin dan termarginalkan.
Tanggung jawab perusahaan memberikan konsep yang berbeda dimana perusahaan tersebut secara sukarela menyumbangkan sesuatu demi masyarakat yang lebih baik dan lingkungan hidup yang lebih bersih. Tanggung jawab sosial dari perusahaan (Corporate Social Responsibility) didasarkan pada semua hubungan, tidak hanya dengan masyarakat tetapi juga dengan pelanggan, pegawai, komunitas, pemilik, pemerintah, supplier bahkan juga kompetitor.
Menurut Bank Dunia, Tanggung jawab sosial perusahaan terdiri dari beberapa komponen utama: perlindungan lingkungan, jaminan kerja, hak azasi manusia, interaksi dan keteribatan perusahaan dengan masyarakat, standar usaha, pasar, pengembangan ekonomi dan badan usaha, perlindungan kesehatan, kepemimpinan dan pendidikan, bantuan bencana kemanusiaan.
Citra perusahaan di mata masyarakat sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Teknologi informasi sekarang ini memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi dari berbagai penjuru dunia. Jika satu perusahaan tidak menunjukkan komitmen sosial yang baik di suatu daerah, informasi ini akan cepat tersebar luas ke berbagai penjuru dunia. Akibatnya akan terbentuk citra yang negatif. Sebaliknya, jika perusahaan menunjukkan komitmen sosial yang tinggi terhadap kegiatan kemanusiaan, pelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, pendidikan, penanggulangan bencana alam, maka akan terbentuk citra positif yang positif.
Salah satu bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan adalah community development. Perusahaan yang mengedepankan konsep community development lebih menekankan pembangunan sosial dan pembangunan kapasitas masyarakat sehingga akan menggali potensi masyarakat lokal yang menjadi modal sosial perusahaan untuk maju dan berkembang. Selain dapat menciptakan peluang-peluang sosial-ekonomi masyarakat, menyerap tenaga kerja dengan kualifikasi yang diinginkan, cara ini juga dapat membangun citra sebagai perusahaan yang ramah dan peduli lingkungan. Selain itu, akan tumbuh trust (rasa percaya) dari masyarakat. Sense of belonging (rasa memiliki) perlahan-lahan muncul dari masyarakat sehingga masyarakat merasakan bahwa kehadiran perusahaan di daerah mereka akan berguna dan bermanfaat.
Dengan adanya citra positif ini, maka perusahaan akan lebih mudah memperoleh kepercayaan dari tiap-tiap komponen masyarakat. Perlu dilakukan beberapa langkah strategis guna mendapatkan citra yang positif ini, diantaranya komitmen antara pimpinan dan bawahan untuk mewujudkan setiap tanggung jawab sosial perusahaan dalam setiap kegiatan bisnisnya. PT. Newmont sebagai contohnya, untuk mengembalikan citra positif mereka akibat dugaan pencemaran di teluk buyat, PT. Newmont berkomitmen melanjutkan kegiatan reklamasi, pemantauan dan pengelolaan lingkungan terutama pengujian toksisitas terhadap larutan talling agar tidak melewati ambang batas dan tidak mencemari biota laut. Selain itu, PT Newmont telah menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha masyarakat, pembangunan sarana jalan dan memberikan program pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Strategi lainnya adalah pihak perusahaan secara terbuka membangun kemitraan dengan berbagai kalangan dan organisasi termasuk LSM yang profesional secara terbuka. Pimpinan perusahaan juga harus mampu menyampaikan informasi secara terbuka dan transparan sesuai dengan kapasitas mitranya.
Selain itu, perlu dibentuk departemen tersendiri yang menjalankan tanggung jawab sosial mereka seperti sebuah perusahaan yang berbasis di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau yang membentuk departemen tersendiri yang disebut Program Pemberdayaan Masyarakat Riau (PPMR) yang dipimpin oleh pejabat setingkat direktur.
Menurut hasil riset PIRAC (2003), bidang yang paling banyak diprioritaskan oleh kalangan dunia usaha adalah pelayanan kesehatan (82%), keagamaan (61%) dan pendidikan (57%). Derajat kesehatan sangat menentukan tingkat produktivitas karyawan perusahaan maupun kemampuan masyarakat untuk meningkatkan pendidikan maupun pendapatan keluarga. Perusahaan di Indonesia harus mulai mengusung aktivitas tanggung jawab sosial mereka terutama bidang kesehatan, seperti revitalisasi posyandu, pendidikan keluarga sehat, pencegahan penyakit, program sanitasi dan program lainnya secara berkala dan berkesinambungan.
Bukan itu saja, prioritas di bidang kesehatan juga mencakup kesehatan dan keselamatan kerja. Hendaknya perusahaan memiliki komitmen untuk mencapai standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja terutama pada pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya, penyakit dan kecelakaan kerja. Kemudian menciptakan suatu kondisi yang mendekati “Zero Harm” bagi karyawan, mitra kerja, masyarakat di lingkungan kegiatannya, serta menjadi pemimpin dalam praktik pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam. Pemeriksaan kesehatan dan pemantauan lingkungan harus dilakukan secara berkala terhadap paparan dalam jangka panjang.
Dr. Tan Malaka, seorang spesialis di bidang okupasi kerja menyatakan bahwa dengan adanya pemeriksaan kesehatan dan pemantauan lingkungan, maka biaya yang dikeluarkan sebenarnya jauh lebih kecil daripada membayar biaya pengobatan seluruh karyawan dan ganti rugi perbaikan lingkungan. Dengan begitu, berarti perusahaan tidak membuang-buang uang. Selain produktivitas karyawan tetap terjaga, citra positif dimata masyarakat akan mulai dirasakan oleh perusahaan.
Inilah yang dilakukan oleh PT Newmont Nusa Tenggara yang pada tahun 2004 menerima Sertifikat Emas dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai wujud pengakuan terhadap prakarsa pencegahan kecelakaan dan kinerja keselamatan yang dicapainya pada tahun 2003.
Kita berharap, semoga tanggung jawab sosial perusahaan ini bukan hanya ingin mendapatkan kesan baik semata, tetapi lebih kepada suatu niat baik perusahaan sebagai salah satu bagian dari masyarakat.

Halaman Berikutnya »


dsc00898 klikharrywordpress2


My blog is worth $9,597.18.
How much is your blog worth?

untitled-1.jpg forum.gif

yang tersesat

Jumlah pengunjung yang telah masuk, ada yang berminat pasang iklan?

  • 223,229 pengunjung

spam yang berhasil ditangkap, ayo, siapa lagi?

berhitung hari yuk

Februari 2007
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

a