ABSTRAK
HUBUNGAN KEMAMPUAN AEROBIK DAN KONDISI PSIKOLOGIS
PADA PELAJAR LAKI-LAKI
SMU NEGERI 1 PRABUMULIH
(Harry Wahyudhy Utama, 2005, 25 halaman)
Masa remaja adalah salah satu masa transisi antara masa anak dan dewasa. Pada masa ini, remaja menghadapi perubahan fisik yang sangat cepat pada diri mereka. Selain itu mereka membutuhkan aktivitas yang menghasilkan penghargaan dan kepuasan. Pada umumnya mereka sulit diajak berkomunikasi, sangat peka, dan mudah tersinggung. Karena itu, anak remaja yang belum siap menghadapi perubahan pada diri mereka dan memiliki emosi yang labil lebih sering menderita gangguan emosi seperti percobaan bunuh diri, stress, skizofrenia, depresi, dan deviasi seksual. Dengan memiliki tubuh bugar, seseorang akan mampu meningkatkan energi dan menurunkan tingkat ketegangan. Penelitian menunjukkan bahwa subyek yang secara aerobik fit mempunyai penurunan respon stress sangat signifikan terhadap bermacam-macam stressor. Karena ketika seseorang melakukan latihan fisik, maka tubuh akan mengeluarkan hormon β-endorphin yang berfungsi untuk mengatur emosi. Peningkatan β-endorphin terbukti berhubungan erat dengan penurunan rasa nyeri, peningkatan daya ingat, memperbaiki nafsu makan, kemampuan seksual, tekanan darah, pernafasan, meningkatkan semangat dan perasaan energik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kemampuan aerobik terhadap kondisi psikologis pada pelajar laki-laki di SMU Negeri 1 Prabumulih.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Penelitian dilakukan di SMUN 1 Prabumulih. Populasi adalah seluruh siswa laki-laki di SMU Negeri 1 Prabumulih. Dari 91 anak yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan simple random sampling didapat 60 sampel sesuai dengan jumlah yang ditetapkan. Dari sampel yang terpilih, dilakukan penilaian terhadap kondisi psikologis menggunakan General Well Being Scale dan pengukuran kemampuan aerobik dengan tes lari 1,5 km cara METS.
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar subyek (46,67%) mempunyai nilai VO2maks yang baik, 43,3% terindikasi mengalami problem stress dan ada 5% subyek yang terindikasi disstress. Dari hasil uji korelasi menunjukkan bahwa antara kemampuan aerobik dan kondisi psikologis memiliki hubungan yang tidak bermakna. Namun walau menunjukkan hubungan yang tidak bermakna, keduanya menunjukkan suatu korelasi yang positif. Disarankan agar sebagian besar kebugaran jasmani siswa harus dipertahankan dan perlu suatu program pembinaan kebugaran jasmani yang berkelanjutan. Perlu upaya yang terpadu dari pihak sekolah dengan memberikan perhatian pada para siswa dalam perkembangan kondisi psikologisnya di sekolah. Selain itu perlu penelitian terpadu lebih lanjut untuk mencari faktor-faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap kondisi psikologis, terutama pada masa adolesensi.
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Sehat dalam arti luas mencakup keadaan sehat fisik, mental dan sosial dan bukan hanya keadaan bebas dari penyakit atau kelemahan. Di dalam pengertian tersebut tersirat suatu keadaan yang menunjukkan tingkat kemampuan fungsional tubuh manusia.1 Kegiatan olahraga atau latihan fisik pada umumnya dapat meningkatkan derajat kesehatan, baik kebugaran jasmani maupun kesehatan mental.1,2
Perkembangan mental yang baik sangat penting terutama dalam masa adolesensi. Pada masa ini terjadi perubahan dalam perkembangan seksual dan kebutuhan akan aktivitas yang menghasilkan suatu penghargaan dan kepuasan. Pengaruh eksternal seperti lingkungan sekolah dengan segala bentuk kompetisi dapat menjadi stressor dan mempengaruhi perkembangan psikologis pelajar. Kegagalan dalam mengatasi stressor menyebabkan remaja cenderung mengalami depresi, ketegangan, dan berbagai kondisi psikologis yang buruk.3
Salah satu manfaat berolahraga secara teratur adalah manfaat psikologis, seseorang yang berolahraga secara teratur akan “merasa lebih sehat”. Olahraga teratur juga memungkinkan seseorang tetap energik walau telah berada di usia tua.4 Petruzello membuktikan bahwa olahraga ringan mampu meningkatkan energi dan menurunkan tingkat ketegangan.3
Ketika seseorang melakukan latihan fisik lebih dari 20 menit, maka akan mengeluarkan suatu hormon yang bernama β-endorphin yang ditangkap oleh reseptor dalam hipothalamus dan sistem limbik dan berfungsi untuk mengatur emosi.2 Peningkatan β-endorphin terbukti berhubungan erat dengan penurunan rasa nyeri, peningkatan daya ingat, memperbaiki nafsu makan, kemampuan seksual, tekanan darah dan pernafasan. Selain itu, β-endorphin dapat meningkatkan semangat dan perasaan energik.2,5
Nieman menyatakan bahwa kondisi psikologis yang buruk berhubungan erat dengan kondisi fisik seseorang. Hal ini terbukti dari penelitian yang menunjukkan bahwa subyek yang secara aerobik fit mempunyai penurunan respon stress sangat signifikan terhadap bermacam-macam stressor. Penelitian pada pelari marathon membuktikan bahwa mereka lebih semangat, tidak tampak tegang, cemas, dan depresi.5
Berbagai penelitian membuktikan bahwa daya tahan kardiorespirasi adalah salah satu indikator obyektif dalam mengukur aktivitas fisik seseorang dan merupakan komponen terpenting dalam meningkatkan kebugaran jasmani seseorang.6 Cooper menyatakan bahwa daya tahan kardiorespirasi merupakan komponen terpenting dalam menilai kemampuan aerobik seseorang.5 Blair berpendapat, daya tahan kardiorespirasi yang tinggi menunjukkan kemampuan untuk bekerja yang tinggi, karena mengeluarkan sejumlah energi yang cukup besar dalam periode waktu yang lama.6
Sampai saat ini, di Indonesia belum ada penelitian yang menghubungkan antara kemampuan aerobik seseorang dengan kondisi psikologisnya. Berdasarkan uraian diatas, peneliti ingin melihat sejauh mana hubungan antara kondisi psikologis dengan tingkat kebugaran jasmani di kalangan pelajar.
I.2 Rumusan Masalah
Olahraga dan latihan fisik secara teratur dapat menjaga dan meningkatkan kondisi kebugaran seseorang. Dengan meningkatnya kemampuan fisik, secara tidak langsung akan memperbaiki kondisi psikologis karena olahraga mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam menggunakan energi secara optimal dan menurunkan tingkat ketegangan. Keadaan mental yang labil dan kegagalan menghadapi stressor lingkungan terutama di kalangan pelajar, menyebabkan mereka cenderung untuk mengalami gangguan emosional yang berdampak buruk pada kondisi psikologisnya. Di Indonesia, khususnya kalangan pelajar SMU belum diketahui kemampuan aerobik dan kondisi psikologis, serta hubungan antar keduanya.
I.3 Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui kemampuan aerobik pada pelajar laki-laki SMU Negeri 1 Prabumulih.
2. Untuk mengetahui kondisi psikologis pada pelajar laki-laki di SMU Negeri 1 Prabumulih.
3. Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kemampuan aerobik terhadap kondisi psikologis pada pelajar laki-laki di SMU Negeri 1 Prabumulih.
I.4 Manfaat
Penelitian ini akan memberikan informasi mengenai kondisi kemampuan aerobik dan kondisi psikologis pelajar, sehingga bila diketahui adanya kemampuan aerobik yang tidak optimal, dapat dilakukan usaha perbaikan untuk meningkatkan kemampuan aerobik dan kebugaran jasmaninya. Disamping itu, penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak terkait mengenai pentingnya kemampuan aerobik dalam mempengaruhi kondisi psikologis seseorang.
LENGKAPNYA DAPAT ANDA DOWNLOAD DIBAWAH INI
ENTEr













saya sedang membuat proposal untuk pengajian PhD dalam bidang stress pelajar. boleh dapatkan bahan terutamanya LITERATUR RIVIEW
HANIFF
terima kasih pak… silahkan download , bahannya boleh bapak lihat di daftar pustaka dari hasil penelitian saya..
ass..saya ada tugas nie,,,bisa ditampilkan artikel mengenai tes harvard (harvard step test), RKP (Resusitasi kardio pulmonal), dan tes spirometri…trimah kasih atas perhatiannya.
wah…sayangnya aku gak ada bahannya. ntar dicariin dulu ya
saya sedang membuat proposal tentang self efficacy pada peserta aerobik. mohon bantuannya mengenau referennya. terima kasih.
ASS. SAYA INGIN BERTANYA SEBENARNYA DARI PENELITIAN YANG KK LAKUKAN BISAKAH DIHUBUNGKAN DENGAN DUNIA PENDIDIKAN. KALAU BISA SAYA TERTARIK UNTUK MELAKUKAN PENELITIAN ITU DAN SAYA INGIN MEMINTA DATA-DATA MENGENAI PENELITIAN KK. THX. OKTA WARI WIJAYA, ALUMNI SMA N 1 PRABUMULIH ANGKATAN 2005.
MAAF LUPA INI NO HP OKTA : 0852 6733 9155. MOHON BANTUANNYA.
assalamualaikum,,,
blh nanya gak??
saia jg ada tgs tentang cold pressor sm harvard tes,,bahan ny ud ad blm?
klo ad saia blh tw g’??
makasi,,
wassalam,,,,
maaf sblmnya?sy s”org mhswa yg sdng kebingungan dlm mncri data2 buat bhan skripsi sy.rncna sy mw ambl skripsi yang berjudul ” tingkat kebugaran jasmani PPLP kota crb cabor Gulat untuk tingkat SMP-SMA?kr2 KK py bhn2 yg berkaitan dg judl yang sy ni?
@abraham
wah..kalo yang satu itu kayak gak ada dek….. tapi untuk mengukur tingkat kebugarannya bisa gunakan tes pada bahan saya…
Yth
menyambung pertanyaannya kebetulan kami sedang mencoba menyusun skripsi mengenai kebugaran pekerja . apakah juga memiliki literatur hubungan masa kerja & beban kerja terhadap kebugaran jasmani. Dengan treatmill test.
Atas informasinya , terima kasih.
aku bingung nyee K’. aqoe punya tugas ni tentang harvard step-test!!k2 punya bhannya gak???aku dah bingung nih:-(
tolong bantuin duuunnnkkkkk..ak lg mo bikn skripsi tentang tonsil n tonsilektomi tp bingung ngubunginnya…tolong bantuin mikir yah
Terima kasih bwat infonya yawh… nie sangat bermanfaat bagi an.. an sdang ngumpulin bahan bwat karya tulis an.. skali lgi mkasih.. ^_^
sya g bingung nich, dpet tugas tentang gerakan2 senam aerobik. mana untuk sabtu ini lg, tolong dong..
makasih sebelumnya..
saya sedang membuat proposal dengan tema:Hubungan aktifitas fisik dengan kejadian Premenstrual syndrome pada remaja….mohon bantuan referennya. terima kasih!
HUBUNGAN KEMAMPUAN AEROBIK DAN KONDISI PSIKOLOGIS PADA PELAJAR LAKI-LAKI SMU NEGERI
maaf….kalau boleh saya inginminta bantuan dari saudara…
bisakah saudara carikan referensi ataupun segala hal yang berhubungan dengan dunia pordirga khususnya dalam cabang paralayang.karena saya sangat membutuhkan guna penuntasan penelitian saya…terima kasih..tolong kirimkan ke
asepmuhar@yahoo.com
saya sedang membuat proposal dengan judul pengukuran tes kebugaran fisik dengan tes lari aerobik 2,4 km
saya sedang membuat proposal dengan judul pengukuran tes kebugaran fisik dengan tes lari aerobik 2,4 km….mohon bantuan referensinya untuk penuntasan proposal saya..Terima kasih!