Arsip untuk Maret, 2007

Proses tumbuh kembang blogsku

sudah kurang lebih empat bulanan aku ngeblogs di wordpress..
ibarat proses tumbuh kembang anak manusia
sekarang aku ikut merasakan pertumbuhan itu untuk yang kedua kalinya….

grafik

statistik


jumlah pengunjung

st2.jpg

SEMUA TENTANG SIRKUMSISI Bagian I

SEMUA TENTANG SIRKUMSISI Bagian I
Tujuan utama dari bersunat adalah membersihkan diri dari berbagai kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis yang masih ada kulit preputiumnya. Ketika bersunat, sebagian preputium yang menutupi jalan ke luar urin dibuang sehingga kemungkinan kotoran untuk menempel atau berkumpul di ujung penis jadi lebih kecil. Ini karena penis lebih mudah dibersihkan.
Sunat dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Misalnya, fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki. Dan, terbukti pula, penis laki-laki yang disunat lebih higienis. Pria yang disirkumsisi dapat melindungi wanita pasangannya hingga 30% dari infeksi HIV,temuan para ahli. Hal ini disebabkan karena struktur yang dihilangkan saat sirkumsisi. Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 300 pasangan di Uganda dimana prianya yang menyebabkan infeksi terhadap pasangan wanitanya. Hasil yang didapatkan menjelaskan sejumlah 299 wanita yang terinfeksi HIV berasal dari pasangan yang tidak disirkumsisi dan hanya 44 wanita yang terinfeksi berasal berasal dari pasangan yang telah disirkumsisi. Dan, yang paling menarik, selain jadi lebih sensitif, tidak mudah lecet dan terkena iritasi, bersunat juga punya pengaruh terhadap kehidupan seksual laki-laki. Ia akan terhindar dari ejakulasi dini.
Di dalam dunia kedokteran, ada beberapa teknik menyunat:
• Cara kuno, menggunakan sebilah bambu tajam.
• Metode cincin yang dicetuskan oleh dr. Sofin, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dengan cara ujung kulit preputium dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. Biasanya, ujung kulit preputium akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Proses sunat itu sendiri cukup singkat, sekitar 3-5 menit.

• Metode mangkuk dilakukan untuk balita atau anak yang memiliki pembuluh darah pada kulit preputium lebih kecil dari ukuran normal. Di sini, tidak dilakukan pemotongan kulit preputium. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng. Setelah itu, jaringan akan mati dan terlepas dengan sendirinya dari jaringan sehat. Metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.
electro cauter. Alat ini berfungsi untuk membakar pembuluh darah yang terpotong dengan cepat, sehingga perdarahan dapat diatasi dengan cepat. Alat ini terdiri dari dua jenis, yaitu bipolar dan monopolar. Pada tekniknya, alat ini hanya digunakan untuk hemostasis, sedangkan pemotongan prepusium terbaik digunakan memakai bistouri (pisau bedah). Alat ini lebih murah jika dibandingkan dengan laser CO2. Electo cauter ini sering disalah artikan oleh penduduk Indonesia sebagai sunat laser yang sesungguhnya.
Laser Sharpan SureTouch CO2, salah satu laser CO2 terbaik di dunia. Pembedahan menggunakan laser CO2 membuat perdarahan minimal, lebih singkat, penyembuhan lebih nyaman dan lebih cepat. Laser jenis inilah yang sebenarnya digunakan untuk khitan.
Pada prinsipnya, sirkumsisi adalah tindakan minor surgery dengan anesthesi lokal, termasuk pada neonatal. Ada dua model anesthesi lokal yang sering digunakan. Pertama dengan suntikan baik pada pangkal penis (DPNB) maupun preputium (ring-block). Kedua, menggunakan anesthesia topikal, biasanya berupa spray. Dalam literatur, metode suntikan lebih efektif, tetapi dalam praktek tergantung pada teknik sirkumsisi yang dipakai dan keterampilan dokternya. Rata-rata waktu yang diperlukan hanya sekitar 10-15 menit, selama tidak ada penyulit.
Beberapa hal yang diperhatikan paska sirkumsisi:
1. Perdarahan seharusnya segera berhenti. Bila perdarahan masih terus berlangsung, pastikan bahwa hanya proses alamiah dari pembekuan (pembentukan trombin-net) darah. Kadang keluar cairan tapi relatif bening, bukan lagi merah.
2. Bila terjadi pembengkakan berlebihan. Kadang terbentuk cairan jaringan di bekas luka, namun secara alamiah ini akan diserap tubuh.
3. Bila anak mengeluh nyeri sangat yang tidak bisa diatasi dengan pemberian analgetik, konsultasikan ke dokter. Mungkin terjadi masih ada pembuluh darah yang belum terligasi dengan sempurna, sehingga terjadi perdarahan di dalam dan menimbulkan nyeri.
Hampir semua komplikasi bersifat ringan. Berbagai laporan menyebut angka komplikasi akibat tindakan sirkumsisi sebesar 0,2 – 0,6%. Yang paling sering terjadi adalah perdarahan, kemungkinannya sekitar 0,1%, dan hampir semuanya bisa diatasi dengan tindakan lokal. Yang perlu perhatian, sampaikan sebelumnya bila ada tanda-tanda anak mengalami gangguan pembekuan darah. Misalnya perdarahan bila terluka tidak cepat berhenti, sering mimisan (epistaksis), bila sikat gigi mudah berdarah, bila bagian badan terbentur mudah terjadi lebam yang tidak cepat hilang atau sering timbul bintik-bintik perdarahan di bawah kulit. Karena bersifat minor, dengan prosedur yang steril luka paska operasi biasanya sembuh dengan cepat dan baik. Luka lebih baik segera dibiarkan terbuka, asal terjaga kebersihan dan gesekan dengan celana/kain popok (gunakan yang longgar). Rembesan urine yang biasanya menimbulkan nyeri dan risiko kontaminasi. Karena itu segera bersihkan dengan air hangat atau cairan antiseptik setiap kali selesai berkemih. (dari berbagai sumber)
wahyoe 01

KEDOKTERAN EXPRESS EDISI 5

ked-ex-5a.jpg

ked-ex-5b.jpg

lurus, belok, muter-muter, salah arah, pusing, kena tilang

nah, benernya judulnya ada sangkut paut yang besar dengan isinya…
pengen ikut serta meramaikan ribut-ributnya anak FK yang suka ngenet,
mulai dari yang cuma taunya google search, chatting, friendster, sampai yang sudah buka blogs sendiri..

lurus…
maksudnya itulah yang sedang kita lakukan sekarang, berjalan lurus menuju satu tujuan.. untuk menjadi dokter

belok…
yah, kadang-kadang kita harus berjalan berbelok dan memutar melewati halangan di tengah jalan, dan tentu saja jalan yang kita tempuh ini lebih jauh untuk tiba di tempat tujuan

muter-muter…
sempat ujian ngeher, nilai belum naek, ikut semester pendek, belum naek juga, ikut semester baru bareng adek tingkat, belum naek juga, (kacian ya..he..he..:D)

salah arah…
ketika nilai jeblok dan ip anjlok, mulailah kita berpikir, “seharusnya aku dulu tidak memilih kedokteran” (siapa suruh datang ke fk, tul gak)
sabar lah nak, ibu akan selalu mendoakanmu, yang penting engkau belajar dengan rajin, benar, yakinlah, semua bisa engkau lewati” begitu kata ibuku… “tapi mamah… beraaaat…. bantu doa ya….”

pusing…
1. ngeliat temen ipnya besar..
2. ngeliat temen lulus duluan..
3. ngeliat temen punya pacar dokter… (aduh, ni apaan seh…he..he..)
4. ngeliat temen mau nikah…
5. ngeliat diri kita sendiri yang sungguh menyedihkan (nasib-nasib)

kena tilang…
mending jangan deh,,, maksudnya di DO nih….

SEBUAH SURAT UNTUKMU

tidak banyak yang akan kutulis
cuma berharap engkau membaca tulisanku yang satu ini
tentang waktu yang silih berganti
langit biru yang terbentang tinggi
hijaunya rumput yang terhampar luas

bila waktu tidak berjalan lurus,
jika waktu dapat diputar
aku ingin berlari dari semua kenyataan
dari semua prinsip hidup dan tanggung jawab hidup
dari jeratan yang kuciptakan sendiri
tetapi, semakin aku berada di dalam jeratan
aku semakin terikat, tidak ingin keluar dari dalamnya
tahukah engkau kenapa?
karena aku menemukan dirimu di dalam jeratan itu

dekat, jauh, dekat, jauh, ah… ini pasti hanya angan dan harapan tak berujung

Kedokteran Express 4

4ax.jpg
mau diperbesar? di klik aja..
Untuk halaman duanya, buka di sini..
http://klikharry.wordpress.com/2007/03/08/something-the-lord-made/

SOMETHING THE LORD MADE

SOMETHING THAT THE LORD MADE

Sudah pernah dengar kalimat ini?
Sudah pernah dengar istilah blue baby syndrome dan Tetralogy of Fallot?
Mau tau siapa orang yang pertama kali mengoperasi jantung pada anak bayi yang pada masa itu mengenal istilah “never disturb the heart” pada saat operasi?
Pernah menonton film something the lord made yang mendapatkan nominasi untuk dua piala golden globes, memenangkan 11 piala dan 19 nominasi lainnya?

Alfred Blalock adalah seorang ahli bedah yang memulai karirnya di Johns Hopkins Medical School sebagai seorang dokter. Ia mengambil spesialisasi bedah di Vanderbilt University. Disini ia menemukan bahwa syok yang sering muncul saat pembedahan adalah karena perdarahan yang terjadi yang mengakibatkan banyaknya kehilangan darah. Dialah orang yang pertama mengenalkan penggunaan plasma darah atau whole blood untuk mengatasi masalah syok ini. Karena hasil penelitiannya, banyak tentara perang dunia kedua kala itu yang terselamatkan.

vivien Thomas adalah seorang remaja berusia 19 tahun, anak seorang tukang kayu berdarah Afrika-Amerika yang bercita-cita untuk masuk sekolah kedokteran. Cita-citanya harus dia kubur dalam-dalam karena semua tabungannya hilang saat Bank Nashville pailit. Karena tidak adanya biaya, akhirnya ia mencari pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan sebagai teknisi laboratorium di Vanderbilt University Medical School bekerja bersama Dr. Alfred Blalock.
Sejak awalnya Vivien sudah menunjukkan ketertarikannya yang luar biasa terhadap pembedahan dan eksperimen yang sedang dilakukan Blalock, Blalock juga memberinya kebebasan yang lebih luas lagi karena keantusiasannya. Thomas juga dibekali ilmu anatomi dan fisiologi oleh Blalock dan rekan satu penelitinya, Dr. Joseph Beard. Vivien dengan dengan waktu yang singkat berhasil menguasai teknik bedah yang kompleks dan sangat rumit serta metodologi penelitian.
Blalock bersama dengan Vivien kemudian kembali ke Universitas Johns Hopkins. Di Johns Hopkins, dr Helen Taussiq mengkonsulkan mengenai masalah sindrom bayi biru. Dalam kebingungannya Helen Taussiq mengatakan hal yang dianggapnya tidak masuk akal. Ia sempat berkata, “yang paling mungkin adalah dengan ‘menyambungkan pipa-pipanya’ untuk meningkatkan aliran darah ke dalam paru”. Blalock dan Vivien saling memandang satu sama lain dan menyadari bahwa mereka pernah melakukan prosedur untuk meningkatkan aliran darah ke dalam paru di dalam laboratorium mereka. Setelah melibatkan lebih dari 200 anjing, akhirnya Vivien berhasil membuat replika bayi biru pada anjing. Setelah melakukan operasi yang disebut atrial septectomy yang dilakukan dengan baik oleh Vivien dan bekas jahitannya pun hampir tidak kelihatan, Blalock berkata kepada Vivien, “Vivien, this looks like something the Lord made.”
Di Universitas Johns Hopkins, kata-kata “breakthrough”, terobosan, sangat jarang digunakan. Tetapi Vivien adalah salah satu tokoh kunci yang melakukan terobosan di Rumah Sakit Johns Hopkins. Operasi Blalock-Taussig shunt yang pertama dilakukan pada tanggal 29 Nopember 1944 pada bayi yang bernama Eileen Saxon yang menjadi berwarna “pink” segera setelah operasi. Walaupun operasi ini hanya memperpanjang hidup Eileen selama dua bulan, tetapi operasi ini menjadi pioneer dibidang bedah jantung anak. Selama operasi, Vivien selalu mendampingi Blalock begitu juga dengan 99 operasi jantung Blalock berikutnya. Vivien dan Blalock juga berkolaborasi dalam mendesain peralatan bedah. Inilah klem yang dibuat untuk oklusi temporer arteri pulmonalis.
Setelah hari itu, jantung tidak lagi dianggap tabu dan tidak lagi berada di luar batas para ahli bedah. Sekarang, bedah jantung sudah biasa dilakukan, dan dalam satu tahun saja, 6 juta pasien melakukannya. Kontribusi yang diberikan oleh Blalock ini mendapatkan penghargaan oleh para ahli bedah, baik nasional maupun internasional. Penghargaan yang diterimanya antara lain Chevalier de la Legion d’Honneur, the Passano Award, the Matas Award, and the Albert Lasker Medical Research Award.
Walaupun Vivien tidak pernah menulis ataupun berbicara mengenai keinginannya untuk kembali kuliah dan mengambil gelar dokter, Vivien pernah mengejar mimpinya untuk menjadi seorang dokter, tetapi Morgan State University, menyatakan bahwa ia harus memulai sama seperti yang lainnya. Vivien yang menyadari bahwa ia baru akan menamatkan kuliahnya pada usia 50 tahun, memutuskan untuk sekali lagi melupakan cita-citanya tersebut. Vivien akhirnya tetap bekerja di laboratorium selama 35 tahun dan kemudian pada tahun 1976 ditunjuk sebagai instruktor bedah di Univesitas Johns Hopkins. Pada tahun yang sama, ia mendapatkan gelar honorary degree Doctor of Laws. Di tahun 1979, menjelang pensiunnya, ia menjadi instructor emeritus of surgery.
Walaupun Vivien adalah rekan kerja Blalock, isu rasial masih begitu kentalnya. Pada satu sisi, Blalock membutuhkan dan mempertahankan Vivien demi kepentingan penelitiannya dan setiap operasinya, tetapi di sisi lain, adanya pembatasan upah dan pengetahuan akademis dan interaksi sosial yang berbeda di luar ruang kerja membuat suatu hubungan yang aneh diantara mereka. Pertemanan antara Blalock dan Vivien sangat berbeda saat mereka di dalam ruangan penelitian dan rumah sakit dengan lingkungan sosial mereka. Operasi ini tidak hanya memecahkan ketabuan operasi jantung pada tahun 1940, tetapi juga mengurangi rasisme di masa itu. wahyudhy utama

RADIOTERAPI KARSINOMA TIROID

Oleh:
Harry Wahyudhy Utama, S.Ked
Ichram Riyadi, S.Ked

I. PENDAHULUAN
I.1 Embriologi
Kelenjar tiroid berkembang dari endoderm yang berasal dari sulcus pharyngeus pertama dan kedua. Tempat pembentukan kelenjar tiroid ini menjadi foramen sekum di pangkal lidah. Jaringan endodermal ini turun ke leher sampai setinggi cincin trakea kedua dan ketiga yang kemudian membentuk dua lobi. Penurunan ini terjadi pada garis tengah mudigah. Saluran pada struktur endodermal ini tetap ada dan menjadi duktus tiroglossus atau mengalami obliterasi menjadi lobus piramidalis kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid janin secara fungsional mulai mandiri pada minggu ke-12 masa kehidupan intrauterin.1
I.2 Anatomi
Kelenjar tiroid terletak di leher, yaitu antara fasia koli media dan fasia prevertebralis. Di dalam ruang yang sama terdapat trakea, esofagus, pembuluh darah besar dan saraf. Kelenjar tiroid melekat pada trakea dan fascia pretrachealis, dan melingkari trakea dua pertiga bahkan sampai tiga perempat lingkaran. Keempat kelenjar paratiroid umumnya terletak pada permukaan belakang kelenjar tiroid, tetapi letak dan jumlah kelenjar ini dapat bervariasi. Arteri karotis komunis, vena jugularis interna dan nervus vagus terletak bersama dalam suatu sarung tertutup di laterodorsal tiroid. Nervus rekurens terletak di dorsal tiroid sebelum masuk laring. Nervus frenikus dan trunkus simpatikus tidak masuk ke dalam ruang antara fasia media dan prevertebralis.1
Vaskularisasi kelenjar tiroid berasal dari empat sumber; arteri karotis superior kanan dan kiri, cabang arteri karotis eksterna kanan dan kiri dan kedua arteri tiroidea inferior kanan dan kiri, cabang arteri brakhialis. Kadang kala dijumpai arteri tiroidea ima, cabang dari trunkus brakiosefalika. Sistem vena terdiri atas vena tiroidea superior yang berjalan bersama arteri, vena tiroidea media di sebelah lateral, dan vena tiroidea inferior. Terdapat dua macam saraf yang mensarafi laring dengan pita suara (plica vocalis) yaitu nervus rekurens dan cabang dari nervus laringeus superior.1

I.3 Fisiologi
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid utama yaitu tiroksin (T4) yang kemudian berubah menjadi bentuk aktifnya yaitu triyodotironin (T3). Iodium nonorganik yang diserap dari saluran cerna merupakan bahan baku hormon tiroid. Zat ini dipekatkan kadarnya menjadi 30-40 kali sehingga mempunyai afinitas yang sangat tinggi di dalam jaringan tiroid. T3 dan T4 yang dihasilkan ini kemudian akan disimpan dalam bentuk koloid di dalam tiroid. Sebagian besar T4 kemudian akan dilepaskan ke sirkulasi sedangkan sisanya tetap di dalam kelenjar yang kemudian mengalami daur ulang. Di sirkulasi, hormon tiroid akan terikat oleh protein yaitu globulin pengikat tiroid (thyroid binding globulin, TBG) atau prealbumin pengikat albumin (thyroxine binding prealbumine, TBPA). Hormon stimulator tiroid (thyroid stimulating hormone, TSH) memegang peranan terpenting untuk mengatur sekresi dari kelenjar tiroid. TSH dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Proses yang dikenal sebagai negative feedback sangat penting dalam proses pengeluaran hormon tiroid ke sirkulasi. Pada pemeriksaan akan terlihat adanya sel parafolikuler yang menghasilkan kalsitonin yang berfungsi untuk mengatur metabolisme kalsium, yaitu menurunkan kadar kalsium serum terhadap tulang.1

II. KARSINOMA TIROID
II.1 Epidemiologi
Kanker tiroid menempati urutan ke-9 dari sepuluh keganasan tersering. Lebih banyak pada wanita dengan distribusi berkisar antara 2 : 1 sampai 3 : 1. Insidensnya berkisar antara 5,4-30%. Berdasarkan jenis histopatologi, sebarannya adalah kanker tiroid jenis papilar (71,4%); kanker tiroid jenis folikular ( 16,7%); kanker tiroid jenis anaplastik (8,4%); dan kanker tiroid jenis medular (1,4%). Berdasarkan usia kanker tiroid jenis papilar biasanya pada pasien yang berusia kurang dari 40 tahun, berbeda dengan kanker tiroid folikular yang banyak pada usia di atas itu. Sedangkan kanker jenis medular sering ditemukan pada usia tua (50-60 tahun).2
Angka insidensi tahunan kanker tiroid bervariasi di seluruh dunia, yaitu dari 0,5-10 per 100.000 populasi. Karsinoma tiroid mempunyai angka prevalensi yang sama dengan multipel mieloma. Karsinoma tiroid ini merupakan jenis keganasan jaringan endokrin yang terbanyak, yaitu 90% dari seluruh kanker endokrin.3
American Cancer Society memperkirakan bahwa sekitar 17.000 kasus baru muncul setiap tahunnya di Amerika Serikat dan sekitar 1.300 diantaranya mengakibatkan kematian. Tetapi dengan pengobatan yang adekuat, sekitar 190.000 penderita tetap dapat hidup normal dan beberapa dapat bertahan lebih dari 40 tahun.3
II.2 Etiologi
Etiologi yang pasti belum diketahui. Yang berperan khususnya untuk well differentiated carcinoma (papilar dan folikular) adalah radiasi dan goiter endemis sedangkan untuk jenis medular adalah faktor genetik. Belum diketahui suatu karsinogen yang berperan untuk kanker anaplastik dan medular. Diperkirakan kanker tiroid anaplastik berasal dari perubahan kanker tiroid berdiferensiasi baik (papiler dan folikuler) dengan kemungkinan jenis folikuler dua kali lebih besar. Sedangkan limfoma pada tiroid diperkirakan karena perubahan-perubahan degenerasi ganas dari tiroiditis Hashimoto.2
II.3 Faktor Risiko
Faktor risikonya antara lain:4,5
1. Pengaruh usia dan jenis kelamin
Apabila nodul tiroid terdapat pada penderita berusia dibawah 20 tahun dan diatas 50 tahun, resiko keganasan lebih tinggi. Demikian pula dengan jenis kelamin, penderita laki-laki memiliki resiko keganasan lebih tinggi daripada penderita perempuan.
2. Pengaruh radiasi di daerah leher dan kepala pada masa lampau
3. Kecepatan tumbuh tumor
4. Riwayat gangguan mekanik di daerah leher
5. Riwayat penyakit serupa dalam keluarga
II.4 Diagnosis
Anamnesis pada penderita dilakukan secara mendalam agar dapat menggali faktor risiko yang berperan, selain itu juga mengidentifikasi jenis nodul berdasarkan gejala klinis yang muncul, apakah sudah tampak gejala metastasis jauh seperti benjolan pada kalvaria sebagai tanda metastasis tulang, sesak nafas sebagai tanda gangguan organ paru, rasa penuh di ulu hati dapat mengarahkan kecurigaan akan gangguan organ hepar, dan lain sebagainya.4,5
Pemeriksaan fisik nodul mencakup 7 kriteria. Nodul diidentifikasi berdasarkan konsistensinya keras atau lunak, ukurannya, terdapat tidaknya nyeri, permukaan nodul rata atau berdungkul-dungkul, berjumlah tunggal atau multipel, memiliki batas yang tegas atau tidak, dan keadaan mobilitas nodul. Secara klinis, nodul tiroid dicurigai ganas apabila :4,5
a. Usia penderita dibawah 20 tahun atau diatas 50 tahun
b. Ada riwayat radiasi leher pada masa anak-anak
c. Disfagia, sesak nafas, dan perubahan suara
d. Nodul soliter, pertumbuhan cepat dan konsistensi keras
e. Ada pembesaran kelenjar getah bening leher (jugular, servikal, atau submandibular)
f. Ada tanda-tanda metastasis jauh
Pemeriksaan Penunjang meliputi:4,5
1. Pemeriksaan Laboratorium
Menilai Human Thyroglobulin, suatu penanda tumor untuk karsinoma tiroid; jenis yang berdifferensiasi baik, terutama untuk follow up.
2. Pemeriksaan Radiologis
Dilakukan pemeriksaan foto paru anteroposterior untuk menilai adanya metastasis.
3. Pemeriksaan Ultrasonografi
Diperlukan untuk mendeteksi nodul yang kecil atau nodul di posterior yang secara klinis belum dapat dipalpasi.
4. Pemeriksaan Sidik Tiroid
Dasar pemeriksaan ini adalah uptake dan distribusi yodium radioaktif dalam kelenjar tiroid. Yang dapat dilihat dari pemeriksaan ini adalah besar, bentuk, dan letak kelenjar tiroid serta distribusi dalam kelenjar. Juga dapat diukur uptake yodiumnya dalam waktu 3, 12, 24 dan 48 jam.
5. Pemeriksaan Sitologi melalui Biopsi Aspirasi Jarum Halus
Ketepatan pemeriksaan sitologi untuk tipe anaplastik, meduler dan papiler hampir mendekati 100%

6. Pemeriksaan Histopatologi
Merupakan pemeriksaan dianostik utama. Jaringan diperiksa setelah dilakukan tindakan lobektomi atau isthmolobektomi.

II.5 KLASIFIKASI
Pengelompokan tumor ganas tiroid adalah sebagai berikut:1
Karsinoma berdiferensiasi baik (75%)
• Adenokarsinoma papiler
• Adenokarsinoma folikuler
• Adenokarsinoma sel Hurtle
Karsinoma berdiferensiasi buruk (20%)
• Karsinoma anaplastik sel kecil
• Karsinoma anaplastik sel besar
Adenokarsinoma meduler (4%)
Tumor ganas lain (jarang sekali)
• Sarkoma tiroid
• Limfoma maligna
• Karsinoma epidermoid
• Metastasis dari karsinoma lain

II.6 Diagnosis Banding
Diagnosa untuk penyakit ini adalah:2
1. Struma difusa toksik (Basedow = Grave’s disease
2. Struma nodosa non toksik
3. Tiroiditis subakut
4. Tiroiditis Riedel
5. Struma Hashimoto
6. Adenoma paratiroid dan karsinoma paratiroid.
7. Metastasis tumor.
8. Teratoma
9. Limfoma maligna
II.7 Prognosis
Prognosis bergantung pada :4
1. Tipe histopatologi
2. Stadium klinik patologi
3. Lamanya penyakit hingga terdiagnosis dan diberikan pengobatan
4. Usia penderita
Diantara tipe karsinoma tiroid, maka tipe karsinoma papiler mempunyai prognosis yang paling baik. Prognosis pasien dengan kanker tiroid berdiferensiasi baik tergantung pada umur (semakin buruk dengan bertambahnya umur); adanya ekstensi (menurunkan survival rate 20 tahun dari 91% menjadi 45%); adanya lesi metastasis (menurunkan survival rate 20 tahun dari 10% menjadi 46%); diameter tumor; dan jenis histopatologi (pada papilar survival rate 20 tahunnya 93% dan folikular survival rate 20 tahunnya 83%).2,5
II.8 Penatalaksanaan
1. Pembedahan
Bila diagnosis kemungkinan telah ditegakkan dan operabel, operasi yang dilakukan adalah lobektomi sisi yang patologik (Kaplan), atau lobektomi subtotal dengan risiko bila ganas kemungkinan ada sel-sel karsinoma yang tertinggal. Pembedahan umumnya berupa tiroidektomi total. Enukleasi nodulnya saja adalah berbahaya karena bila ternyata nodul tersebut ganas, telah terjadi penyebaran (implantasi) sel-sel tumor dan operasi ulang untuk tiroidektomi secara teknis akan menjadi lebih sukar.2
Bila hasilnya jinak, lobektomi tersebut sudah cukup. Bila ganas, lobus kontra lateral diangkat seluruhnya (tiroidektomi totalis). Dapat pula dilakukan near total thyroidectomy. Bila dari hasil pemeriksaan kelenjar getah bening dicurigai adanya metastasis, dilakukan diseksi radikal kelenjar getah bening pada sisi yang bersangkutan. Komplikasi-komplikasi operasi antara lain terputusnya nerws laringeus rekurens dan cabang eksterna dari nervus laringeus superior, hipoparatirodisme, dan ruptur esofagus.2

2. Radiasi
Bila tumor sudah inoperabel atau pasien menolak operasi lagi untuk lobus kontralateral, dilakukan:2
a. Radiasi interna dengan I131.
b. Radiasi eksterna, memberikan hasil yang cukup baik untuk tumor-tumor inoperabel atau anaplastik yang tidak berafinitas terhadap I131.

III. RADIOTERAPI
Radioterapi adalah penggunaan radiasi ion di bidang kedokteran sebagai satu bagian pengobatan kanker dengan mengontrol pertumbuhan sel ganas. Radioterapi digunakan sebagai terapi kuratif maupun bersifat adjuvan. Lapangan radiasi juga mencakup jaringan limfonodus dan pembuluh darah yang menjadi risiko utama untuk metastase tumor. Radioterapi adalah penggunaan radiasi untuk menghancurkan sel kanker atau merusak sel tersebut sehingga tidak dapat bermultiplikasi lagi. Walaupun radiasi ini akan mengenai seluruh sel, tetapi umumnya sel normal lebih tahan terhadap radiasi dibandingkan dengan sel kanker.6,7
III.1 Kegunaan radioterapi
Kegunaan radioterapi adalah sebagai berikut:7
• Mengobati : banyak kanker yang dapat disembuhkan dengan radioterapi, baik dengan atau tanpa dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti pembedahan dan kemoterapi.
• Mengontrol : Jika tidak memungkinkan lagi adanya penyembuhan, radioterapi berguna untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker dengan membuat sel kanker menjadi lebih kecil dan berhenti menyebar
• Mengurangi gejala : Selain untuk mengontrol kanker, radioterapi dapat mengurangi gejala yang biasa timbul pada penderita kanker seperti rasa nyeri dan juga membuat hidup penderita lebih nyaman.
• Membantu pengobatan lainnya : terutama post operasi dan kemoterapi yang sering disebut sebagai “adjuvant therapy” atau terapi tambahan dengan tujuan agar terapi bedah dan kemoterapi yang diberikan lebih efektif.
III.2 Jenis radioterapi
1. Radioterapi eksternal (radioterapi konvensional)
Pada terapi eksternal, mesin akan mengeluarkan sinar radiasi pada tempat kanker dan jaringan sekitarnya. Mesin yang digunakan dapat berbeda, tergantung dari lokasi kanker.7

Banyaknya dosis radiasi yang digunakan dihitung dengan ukuran grays (Gy). Dosis yang diberikan tergantung jenis dan luas tumor. Beberapa kasus yang bersifat kuratif, dosis yang diberikan sebesar 50 sampai 70 Gy, sedangkan limfoma diobati dengan dosis 20 to 40 Gy. Untuk terapi adjuvan sekitar 50 – 60Gy.6
2. Radioterapi internal (Radioisotope Therapy (RIT))
Radioterapi diberikan melalui cairan infus yang kemudian masuk ke dalam pembuluh darah atau dapat juga dengan cara menelannya. Contoh obat radioterapi melalui infus adalah metaiodobenzylguanidine (MIBG) untuk mengobati neuroblastoma, sedangkan melalui oral contohnya iodine-131 untuk mengobati kanker tiroid.6

IV. PENGGUNAAN RADIOAKTIF PADA KARSINOMA TIROID
Radioaktif iodin adalah salah satu isotop radioaktif. Jenis isotop radioaktif iodin yang digunakan dalam bidang kedokteran adalah I-123 dan I-131. Radioaktif iodin ini berkonsentrasi dalam kelenjar tiroid sama seperti iodium pada umumnya sehingga dapat digunakan untuk diagnosis maupun pengobatan. Untuk diagnosa digunakan I-123 sedangkan untuk pengobatan yang bertujuan untuk menghancurkan kelenjar tiroid adalah I-131. Radioaktif iodin yang tidak berada di dalam tiroid akan segera dieliminasi dari tubuh melalui kelenjar keringat dan urine.8
III.1 Sebagai Alat Diagnosa
I-123 adalah isotop yang digunakan untuk dapat melihat gambaran kelenjar tiroid. Cukup dengan menelan I-123 dalam dosis kecil, maka dalam jangka waktu 3-6 jam sudah dapat diambil gambarannya. Kamera yang digunakan serupa dengan X-ray atau CT scan. Isotop ini tidak mempunyai efek samping dan tidak berbahaya bagi pemakainya. 8

Gambar 5. Foto CT Scan yang memperlihatkan adanya karsinoma tiroid menggunakan kontras iodin secara intravena

III.2 Sebagai Alat Terapi Hipertiroid Dan Post Operatif
I-131 digunakan sebagai terapi pengobatan untuk kondisi tiroid yang over aktif atau kita sebut hipertiroid. I-131 ini sendiri adalah suatu isotop yang terbuat dari iodin yang selalu memancarkan sinar radiasi. Jika I-131 ini dimasukkan kedalam tubuh dalam dosis yang kecil, maka I-131 ini akan masuk ke dalam pembuluh darah traktus gastrointestinalis. I-131 dan akan melewati kelenjar tiroid yang kemudian akan menghancurkan sel-sel glandula tersebut. Hal ini akan memperlambat aktifitas dari kelenjar tiroid dan dalam beberapa kasus dapat merubah kondisi tiroid yang semula overactive menjadi underactive.9
I-131 digunakan untuk terapi graves’ disease, goiter, tiroid nodul, dan karsinoma tiroid. Seorang ahli bedah tiroid dapat mengeluarkan seluruh bagian dari tiroid dengan komplikasi bedah yang paling minimal, sedangkan I-131 digunakan untuk menghancurkan kelenjar yang masih tersisa. Dalam keadaan ini, tidak diperkenankan menggunakan hormon pengganti selama beberapa minggu setelah terapi dengan tujuan menurunkan level hormon tiroid hingga dibawah normal. Dengan demikian, I-131 dapat bekerja secara maksimal untuk menghancurkan tiroid yang tersisa. Pengobatan dengan cara ini dapat secara signifikan menurunkan kemungkinan timbulnya kembali kanker tiroid dan meningkatkan kemampuan dokter untuk mendeteksi dan mengobati kanker yang mungkin berulang.9,10
III.3 Sebagai Terapi Definitif Untuk Karsinoma Tiroid Persisten
Semua penderita kanker harus mendapatkan follow-up yang reguler oleh ahli endokrinologi. Jika dari hasil follow up diketahui bahwa masih ada kanker tiroid yang tersisa dan bersifat persisten atau rekuren, maka ahli endokrinologi diperbolehkan untuk memberikan dosis tambahan I-131. Pasien dengan kanker tiroid residual atau telah menyebar ke regio belakang leher, dapat melakukan scanning menggunakan radioaktif. 10

III.4 Dosis Yang Digunakan
Dosis yan digunakan adalah sebagai berikut:8
• Dosis kecil, yaitu sebesar 5-30 millicuries (mCi) pada penderita hipertiroid
• Dosis sedang yaitu 25-75 mCi digunakan untuk mengecilkan ukuran tiroid yang membesar tetapi mempunyai fungsi yang normal.
• Dosis besar yaitu 30-200mCi digunakan untuk menghancurkan sel kanker tiroid.
Bila ahli radiologi akan memberikan dosis yang lebih tinggi, maka penderita akan diminta untuk tinggal di dalam ruang yang terisolasi selama 24 jam untuk menghindari paparan dengan orang lain.8
III.5 Prosedur Pelaksanaan
I-131 ditelan dalam bentuk dosis tunggal dengan bentuk kapsul atau cair dan dengan cepat masuk ke dalam pembuluh darah traktus gastrointestinalis, masuk ke dalam kelenjar tiroid dan mulai menghancurkan kelenjar tiroidnya. Efeknya baru akan terlihat dalam jangka waktu satu sampai tiga bulan dengan efek maksimal tiga sampai enam bulan setelah pengobatan.9
III.6 Efek Samping
Efek samping dari terapi ini pada umumnya adalah timbulnya rasa nyeri setelah pengobatan dan pembengkakan kelenjar ludah. Untuk hal ini, maka penderita boleh diberikan obat simptomatik seperti aspirin, ibuprofen atau asetaminofen.8

III.7 Pengawasan
Seseorang yang sedang dalam terapi I-131 ini sebenarnya diperbolehkan pulang ke rumah, dengan catatan tidak boleh melakukan kontak yang terlalu dekat dan lama dengan orang lain untuk beberapa hari terutama wanita hamil dan anak-anak. I-131 akan keluar dari tubuh selama dua hari pertama pengobatan, terutama melalui urin. Selain itu juga ada yang diekskresikan dalam kelenjar liur, kelenjar keringat, kelenjar air mata, sekresi cairan vagina dan feses. Akan lebih baik lagi, bila seseorang yang sedang menjalani terapi ini beristirahat selama beberapa hari, terutama yang pekerjaan sehari-harinya kontak dngan anak-anak dan wanita hamil.9
Nuclear Regulatory Commission merekomendasikan sebagai berikut:9
• Gunakan fasilitas toilet pribadi, jika ada, dan cucilah dua kali lebih banyak setelah menggunakannya
• Mandi setiap hari dan cucilah tangan sesering mungkin
• Minum cairan dalam jumlah yang normal
• Gunakanlah alat makan yang disposabel atau pisahkan dengan alat makan yang lain saat mencucinya
• Cuci pakaian dan semua yang kontak dengan tubuh tiap hari dan harus dipisah dari pakaian anggota keluarga yang lain. Tidak diperlukan teknik pencucian yang khusus
• Jangan menyiapkan makanan kepada orang lain jika mengharuskan penderita kontak tangan lama dengan makanan tersebut

Ingat, bahwa I-131 yang diberikan selama periode kehamilan akan berakibat rusaknya kelenjar tiroid pada bayi. I-131 dapat masuk ke dalam tubuh bayi melalui air susu penderita. Karena itulah kebanyakan para ahli menunda terapi pada wanita yang sedang dalam masa menyusui. Selain itu, kehamilan sebisa mungkin ditunda paling tidak enam sampai 12 bulan setelah terapi karena adanya paparan radiasi pada ovarium.9
Terapi ini memerlukan suatu keahlian khusus, karena itulah mereka yang terlibat langsung dalam bagian pengobatan ini adalah para ahli radiologi yang telah mendapat pelatihan khusus di bidang kedokteran nuklir, termasuk juga para ahli endokrinologi, onkologi, ahli bedah dan petugas lapangan.9

III.8 Proteksi
Selain menggunakan alat pelindung diri dan mencegah untuk banyak melakukan kontak dengan penderita yang sedang menjalani terapi, para ahli dapat menggunakan kalium iodida. Kalium Iodida (KI) mempunyai bentuk yang sama dengan iodium yang terdapat dalam garam. KI membanjiri tiroid dengan iodium yang mencegah absorbsi dari radioaktif iodin dari sumber manapun, termasuk air, makanan, minuman dan udara. KI termasuk obat yang bebas dijual dipasaran dalam bentuk tablet pil dan cairan. 11
Para ahli terapi dapat menggunakan KI ini untuk mengurangi paparan terhadap radioiodin. KI sebaiknya dikonsumsi 6-12 jam sebelum terjadi paparan terhadap radioaktif iodin. KI tetap efektif walau digunakan beberapa jam segera setelah terjadi paparan. Dikonsumsi dengan dosis satu kali sehari, sehari ketika sedang terpapar dan satu hari lagi sesudahnya. Tetapi penggunaan KI juga dapat mengakibatkan efek samping seperti terjadinya alergi adn timbulnya hipotiroidisme.11

DAFTAR PUSTAKA

1. Sjamsuhidajat R, de Jong W. Sistem Endokrin, In: Buku Ajar Ilmu Bedah. 2nd edition. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2005. p: 683-695
2. Mansjoer A, Suprohaita, Wardhani WI, Setiowulan W. Karsinoma Tiroid, In: Kapita Selekta Kedokteran. Volume 2. 3rd edition. Media Aesculapius. Jakarta. 2000. p: 287-292
3. Cobin RH, Gharib H, et all. Endocrine Practice, In: AACE/AAES Medical/ Surgical Guidelins For Clinical Practice: Management of Thyroid Carcinoma. Volume 7. Number 3. American College Of Endocrinology. United States. 2001. Available at: http://www.aace.com/pub/pdf/guidelines/thyroid_carcinoma.pdf. Access on: February 19, 2007
4. Lukitto P, et all. Protokol Penatalaksanaan Kanker Tiroid, In: Protokol PERABOI 2003. Bandung. 2004. p: 18-32
5. Tjindarbumi. Karsinoma Tiroid, In: Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Binarupa Aksara. Jakarta. 1995. p: 366-376
6. Anonymus. Radiation therapy. GNU Free Documentation License. Wikimedia Foundation, Inc. United States. 2007. Available at: http://en.wikipedia.org/wiki/Radiation_therapy. Access on: February 25, 2007
7. Overs M. Understanding Radiotherapy. A guide for people with cancer, their families and friends. The Cancer Council New South Wales. South Wales. 2005. Available at: www.cancercouncil.com.au. Access on: February 25, 2007
8. American Thyroid Association. Radioactive Iodine Use for Thyroid Diseases. American Thyroid Association. United States. 2005. Available at: www.thyroid.org. Access on: February 19, 2007
9. Anonymus. Radioactive Iodine (I-131) Therapy. RadiologiInfo. Radiological Society of North America, Inc, North America. 2006. Available at:http://www.radiologyinfo.org/en/pdf/pdf-menu1.cfm?PG=radioiodine. Access on: February 19, 2007
10. American Association of Clinical Endocrinologists. Radioiodine Therapy. AACE. United States. 2006. Available at: www.thyroidawareness.com. Access on: February 19, 2007
11. American Thyroid Association. Nuclear Radiation and the Thyroid. American Thyroid Association. United States. 2005. Available at: www.thyroid.org. Access on: February 19, 2007
12. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology. Thyroid Carcinoma. Version 2. National Comprehensive Cancer Network, Inc. 2006. Available at: www.nccn.org. Access on: February 19, 2007

tsu tje poing

tsu tje poing dalam bahasa inggrisnya TO THE POINT

so apa yang ingin kuceritakan disini…
singkat, kan tsu tje poing
1. capek dengan semua tanggung jawabku sebagai mahasiswa
2. bosen dengan semua diktat dan buku-bukuku
3. pusing dengan semua urusan rotasi dan stagnasi di kampusku
4. marah dengan semua orang yang menyinggung tentang kekuranganku
5. sedih melihat kondisi negaraku yang semakin amburadul
6. bimbang dan penasaran saat dia berada dekat dengan diriku
7. bahagia saat ada orang yang menyanjung atau memuji diriku walau itu cuma basa-basi


dsc00898 klikharrywordpress2


My blog is worth $9,597.18.
How much is your blog worth?

untitled-1.jpg forum.gif

yang tersesat

Jumlah pengunjung yang telah masuk, ada yang berminat pasang iklan?

  • 210,140 pengunjung

spam yang berhasil ditangkap, ayo, siapa lagi?

berhitung hari yuk

Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

a