Oleh: Wahyudhy Utama
Cerita itu kini sudah lewat sembilan tahun
Ah, tidak berbeda sama sekali…
Semua tampak begitu serupa saat berada di dalamnya
Putusnya pita suara kami meneriakkan kedurjanaan
Dan pemberontakan kami melawan ketidakadilan
Kelaparan, Kemiskinan, dan Kebodohan menjadi penyemangat
Lihatlah, kami yang hanya beratus ribu ingin mengubah negeri ini
Jangan salahkan kami
Kami dibesarkan oleh tangan kalian juga
Kami masih kecil ketika itu
Belum mengerti istilah korupsi, kolusi, dan nepotisme
Kalian yang mengenalkan kami
Dan dengan cara inilah kalian membesarkan kami
Kalian inginkan kami menjadi putra-putri terbaik bangsa bukan?
Tapi mengapa, saat kami inginkan yang terbaik buat negeri
Kalian justru mengusir, memukul bahkan membunuh
Kami bukan anjing yang menyalak diwaktu malam
Kami ini adalah penerus bumimu
Cerita kami mungkin tercatat di tiap buku sejarah sekolah
Sejarah Indonesia sedikit berubah akibat perbuatan kami
Tapi bukan itu yang kami mau
Bukan perubahan pada sejarah, tapi perubahan pada masa depan
Cerita itu kini sudah lewat sembilan tahun
Ah, tidak berbeda sama sekali…
Semua tampak begitu serupa saat berada di dalamnya
Masih banyak kelaparan, kemiskinan dan kebodohan
Kami yang hanya beratus ribu tidak mampu mengubah negeri ini
Bahkan tumbal nyawa anak mereka sendiri tidak mampu mengubahnya
Mimpi kami, Mei 1998- Mei 2007
Juga dapat dibaca di:
Harian Umum Berita Pagi
Edisi Minggu, 20 Mei 2007













musim puisi,, Ma ga ngerti banget kak,,
membaca tidak harus mengerti… yang penting bisa baca
soalnya membaca itu adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh tiap anak di Indonesia, he..he..
puisi yang indah, aku suka
benarkah?
ha….senangnya ada yang suka
Mmmm….
maka jangan salahkan kami ketika nanti korupsi jadi makanan kami!
Jangan salahkan kami ketika kolusi dan nepotisme jadi pedoman hidup kami!
Lalu, salahkan siapa??
Salahkan saja diri kami yang tak setia pada idealisme kami,
yang luntur oleh waktu dengan dalih “paksaan hidup”
Salahkan saja mulut kami yang kini berteriak lantang
Salahkan saja kami,
Tapi…cukup di belakang kami ya?
*Halah!*
TEPAT SEKALI
AKU SETUJU!!!
Hidup Reformasi dah!!!
HIDUP juga!!!
waaah suhu ajarkan saya!
saya jadi pengen belajar banyak dari anda.
anda berbakat nih
onegai shimasu ^^
wah…
*garuk2 kepala
gak ngerti bahasa jepang*
suhu? jangan deh,,, ntar nyesel…he..he..