Oleh: Wahyudhy Utama
Izinkan aku bersedih
ketika aku tahu betapa menyedihkannya diriku
Izinkan aku menangis
ketika aku tahu betapa tidak bergunanya aku
Kadang di dalam kesendirianku aku bertanya
mengapa aku memilih jalan ini
Kadang di dalam kesepianku aku bertanya
haruskah aku berada di tempat ini
suatu tempat di antara kehidupan dan kematian
lemah, getir, dan genting
menjadi penghubung antara keduanya
itukah diriku?
Mengapa aku tidak bisa menjadi seperti mereka
memikirkan kehidupan dan kematian
berhadapan dengan nyawa-nyawa pesakitan
perlu berkutat dengan jutaan huruf setiap detiknya
aku ingin seperti mereka
bahagia melihat pagi
tertawa bersama siang
gembira disisi senja
tidur nyenyak disisi malam
manusia bukan tempat mencari nafkah, aku tahu!!
tapi itulah diriku!
mengais di antara genangan darah, air kencing dan kotoran
demi mengharap berlembar uang dari mu
Maafkan aku, tetapi inilah bisaku
perpanjangan tangan dari takdir tuhan, menurutmu
tapi aku tidak sanggup memberikan yang terbaik untukmu
ketakutan terus menghantui
bila satu nyawa itu melayang karenaku
ingin rasanya aku merubah keahlianku
bukan untuk manusia, tetapi untuk mesin
yang tidak punya rasa pedih dan perasaan
hingga ketakutan ini hilang
jauh..jauh.. dan jauh…
Harian Umum Berita Pagi,
Tanggal 8 Juli 2007













Hiks..hiks…hiks… mang sediih niannn…ai da mamang ni jd buat mei mikr 2x jugo… yach but mo gmana??? as u told…”tetapi inilah bisaku
perpanjangan tangan dari takdir tuhan”… jujur… mei jg pernah terbersit pikirn sprti yg kau tuangkn dlm puisimu itu… tapi…apakh qta jga pernah brpikir bahwa ini juga adalah kehendak TUHAN??? jalan dariNYA yg mesti kita lalui…pernahkah qta berpikir mengapa ALLAH memberikan jalan ini?? ADA….ADA… pasti ADA makna dan hikmah yang besar…paling tidak yang mei tahu saat ini… satu hal yg dapat mei ambil dari jalan kehidupan qta… BERSYUKUR dan BERSABAR… I’m sure WE can run this way….
SEMANGAT always bro!!!!!!
ai bibik ni… jangan sedih….
terima kasih semangatnya…
*jadi terharu*
aduuhh,,, puisinya bagus deghh..
suka banget ma sastra ya..
suka…
suka…
suka…
ha..ha..
cep..cep..cep..
Bletakk! *kena timpuk stetoskop*
Ampunn guru..
Ai, mang guru. Bagusszz.
be…………………….
aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… tega kmu yaa.. q yg gg lagi sdih jdi nangizzz,,, tp top bgt tuch puisi…