Oleh: Wahyudhy Utama
Sumber: Berita Pagi,30 Juli 2007
DIAM
Terkunci
Tertutup… rapat
Tanpa sepatah suara
Tanpa balasan kata
Tenang
Hening
Sunyi
Sepi
-
BISU
Keheningan
Kesunyian
Lambang ketenanganmu
Menyisakan sepiku
Mulutmu terkunci
Tertutup
Tanpa suara
Tanpa kata
KATAKANLAH DENGAN MATAMU
Berikan aku nafasmu saat engkau lalu
Semua harus terjadi
Iya.. itu memang benar
Seperti dirimu yang harus pergi
Penuh debu, usang dan kering
Tidak berarti, hancur, lebur dan luluh
dekat dan jauh, datang dan pergi
hilang begitu saja
Engkau diam, bisu tak bersuara
Apa yang ku harap?
Cintamu?
Rindumu?
Sayangmu?
Katakan pada mataku
Pergilah dari pandanganku
Hilangkan pedihku, resahku dan gelisahku
Karena ku tahu, kau bukan untukku
4 Juli 2007















hmm … saya terdiam
tapi bisa bicara ^ ^
Harapkanlah diamku …
diam, kebisuan …
adalah kenikmatan, tergantung bagaimana cara kita menikmatinya
wah bagus juga tuh puisinya
bukan!, bukan itu semua, tapi cukup dengan matamu. salam kenal !
eits salah, maksudku hatimu
“katakan dengan matamu….”
bermakna cekali…….
eehh..
gambarnya maksudnya apa mas???
Puisiku………salam kenal……….terima kasih
wagu ra mutu
Kak, kalo puisi dipasang di koran, honornya brp ya kak?
*matre mode on hehehe*
@dwi
cukuplah untuk biaya makan anak kost untuk satu hari,he..he..